KILAS

Pengunaan Alsintan Modern Dapat Tekan Kebakaran Lahan Rawa di Sumsel

Kompas.com - 02/09/2019, 10:34 WIB
Alat mesin pertanian (Alsintan) KOMPAS.com/ALEK KURNIAWANAlat mesin pertanian (Alsintan)

KOMPAS.com – Selama ini lahan di Sumatera Selatan (Sumsel) rawan kebakaran dan kerap mengekspor asap ke negara tetangga sewaktu musim kemarau.

Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis dengan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang dijalankan mampu menekan kebakaran.

"Presiden Joko Widodo mendorong agar pencegahan kebakaran lahan rawa dengan melakukan modernisasi pertanian guna menghentikan kebiasaan petani membakar lahan sebelum bertani," kata Amran dalam keterangan tertulis, Senin (2/9/2019).

Mentan juga optimistis lahan rawa punya potensi yang luar biasa untuk dikembangkan mendukung program swasembada nasional.

Baca juga: Kementan Berharap Setiap Daerah Miliki Brigade Alsintan

"Petani tidak akan membakar lagi untuk buka lahan. Kami dorong olah tanah dengan alat mesin pertanian ( Alsintan), yaitu menggunakan rotavator. Kami gunakan teknologi modern dengan eksavator, traktor roda 4 dan seterusnya," tutur Amran.

Amran mengatakan, saat musim kering penting bagi masyarakat untuk menekan kebakaran lahan tidur di area rawa. Kementan mendorong agar lahan tidur tersebut digarap dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Sumsel.

Tercatat, Kementan sudah menurunkan sebanyak 1.700 Alsintan, eskavator sebanyak 118 unit, dan tambahan 10 unit.

Baca juga: Mentan Amran Tegaskan Ibu Kota Baru Mandiri Pangan

"Itu sudah 120 unit dan nilainya 300-400 miliar. Tidak tanggung-tanggung ini untuk kesejahteraan petani dan sekaligus menekan kebakaran. Alhamdulillah kami dengar langsung dari Gubernur Sumsel kebakaran hari ini sudah jauh menurun," ujar Mentan.

Diketahui, penyebab kebakaran hutan ada dua hal, yaitu faktor alam dan ulah manusia. Kebakaran akibat ulah manusia paling sering terjadi akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar. Namun ada juga akibat masyarakat membuang puntung rokok sembarangan di lahan hutan.

"Kami target meningkatkan kesejahteraan petani yang dulu tanam satu kali sekarang menjadi tiga kali. Kalau ini nanti berhasil target 200.000 hektar itu meningkatkan pendapatan Sumsel sebanyak Rp 14 triliun," ujar Amran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X