OJK Bakal Hentikan Penerbitan Reksadana Baru, Karena ....

Kompas.com - 12/09/2019, 12:11 WIB
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADeputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) bakal menghentikan penerbitan reksadana baru untuk sementara waktu.

Adapun penghentian ini dilakukan karena OJK tengah meneliti penyebab tingginya investor tunggal dalam portofolio reksadana di Indonesia.

"Yang baru kita stop dulu, kita hold dulu. Tapi yang sudah ada, ya jalan saja seperti biasa. Karena kita ingin pastikan, kita ingin berdiskusi dengan MI kenapa terjadi tren seperti ini?" kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 Fakhri Hilmi di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Fakhri menjelaskan, jumlah investor tunggal dalam produk reksadana sudah sepertiga dari total keseluruhan produk reksadana. Berdasarkan data OJK, sebanyak 689 dari 2.158 reksadana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 190,82 triliun.

Baca juga : Efek Perang Dagang Terhadap Investasi Reksa Dana

Dari total itu, 68 reksadana diantaranya merupakan investor reksadana tunggal dengan portofolio investasi tunggal alias hanya satu efek dengan Total dana kelolaan reksadana mencapai Rp 9,44 triliun.

"Kita lihat data-data itu perlu kita cermati dan dalami. Makanya untuk sementara waktu pendaftaran baru untuk reksadana tunggal kita hentikan dulu, kita tutup dulu," jelas Fakhri.

Fakhri menjelaskan, sebetulnya tidak ada yang dilanggar oleh manajer investasi maupun investor tunggal tersebut. Pasalnya, OJK memang telah menghapus aturan tahun 1996 tentang batas maksimal kepemilikan reksadana hanya 2 persen agar penyebarannya merata.

Tapi akhirnya aturan tersebut dicabut sehingga tidak menghalangi masuknya investor besar dalam portofolio reksadana.

"Sesuai perkembangan ada yang 50 orang dalam satu produk, 30, ada juga yang hanya 1. Di sisi lain kita juga punya produk yang memang dirancang untuk 1 investor, sedangkan reksadana tujuannya untuk publik. Makanya ini yang saya rasa kita perlu teliti apakah ada fitur reksadana yang buat investor tertarik atau seperti apa?," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X