Tahun Ini, Wika Gedung Incar Kontrak Baru Rp 11,98 Triliun

Kompas.com - 17/09/2019, 18:59 WIB
Jajaran Direksi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dalam Public Expose di BEI, Jakarta, Selasa (17/9/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAJajaran Direksi PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk dalam Public Expose di BEI, Jakarta, Selasa (17/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau Wika Gedung menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 11,98 triliun hingga akhir tahun 2019.

Adapun pencapaian hingga pekan I September 2019 baru mencapai Rp 5,2 triliun atau sekitar 43 persen dari target kontrak yang diharapkan.

Dari perolehan tersebut, realisasi kontrak dihadapi alias order book menjadi Rp 16 triliun atau sekitar 70,23 persen dari target order book sebesar Rp 22,78 triliun di tahun 2019.

Kendati belum mampu menyerap sepenuhnya dan bersisa 3 bulan hingga akhir 2019, Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo optimis target tersebut bisa tercapai. Sebab, WEGE juga tengah membidik berbagai macam proyek.

Baca juga: Wika Gedung Bukukan Laba Bersih Rp 182,38 Miliar di Semester I 2019

"Kami yakin target perolehan kontrak baru tahun ini dapat tercapai, karena WEGE tengah membidik proyek rumah sakit, hotel, apartemen, sarana olahraga, dan gedung pekantoran," kata Nariman Prasetyo di Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Justru dia bersyukur, kontrak baru yang kini telah diperolehnya didapat dalam waktu cepat, yakni sekitar 2 bulan.

Sementara itu, komposisi kontrak baru yang dipaparkan Nariman tersebut berasal dari pemerintah, BUMN, dan swasta dengan porsi masing-masing 11 persen, 60 persen, dan 29 persen.

Selain kontrak baru, WEGE juga menargetkan order book Rp 22,78 triliun atau naik sebesar 37,4 persen dari realisasi sebesar Rp 16,42 triliun di tahun 2018. Total order book ini terdiri dari target carry over sebesar Rp 10,80 triliun di 2018 dan target kontrak baru.

Baca juga: Garap Proyek Rel KA di Afrika, WIKA Siapkan Dua Hal Ini

Sementara itu, untuk penjualan WEGE menargetkan Rp 7,08 triliun atau naik sebesar 21,6/ persen dari realisasi Rp 5,82 triliun di tahun 2018. Target laba bersihnya sebesar Rp 533 miliar atau naik 19,92 persen dari tahun sebelumnya.

"Dan untuk pengembangan bisnis di tahun 2019, kami telah menggelontorkan belanja modal sebesar Rp 1,31 triliun yang diperuntukkan untuk fixed asset, usaha konsensi, dan pengembangan lainnya," jelas Nariman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X