KILAS

Kekurangan Pupuk Subsidi, Pemda Dairi Lakukan Sosialisasi Kartu Tani

Kompas.com - 12/10/2019, 09:00 WIB
Kartu Tani Dok. Humas KementanKartu Tani

KOMPAS.com - Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) Eddy KA Berutu mengatakan, sekitar 48 persen luas wilayah Dairi merupakan lahan pertanian.

Lahan tersebut dikelola kelompok tani sebanyak 1.537 kelompok dan tersebar di 15 kecamatan, 161 desa, serta 8 kelurahan.

Disebutkan Bupati, sektor pertanian merupakan pilar kesejahteraan masyarakat Dairi. Ketersedian pupuk bagi petani merupakan hal penting untuk meningkatkan produktivitas.

“Kami paham saat ini petani sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Namun kelangkaan pupuk bukan hanya terjadi di Dairi, tapi juga terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Sumut,” kata Bupati Eddy dalam rilis tertulis (11/10/2019).

Baca juga: Tim Lintas Sektor Diterjunkan untuk Optimalkan Program Kartu Tani

Diungkapkan Eddy, kelangkaan pupuk terjadi akibat realisasi alokasi pupuk dari APBN tidak sampai 40 persen dari kebutuhan petani Dairi yang direalisasikan Kementerian Pertanian ( Kementan).

Di mana realisasi ketersedian alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019 untuk Kabupaten Dairi sebanyak 18.854 ton, hanya 32.5 persen dari kebutuhan.

Semua itu disebabkan kurang optimalnya pengusulan elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) yang disalurkan 6 distibutor.

Untuk itu, pemerintah Kabupaten Dairi pun melaksanakan sosialisasi penerapan Kartu Tani.

Penerapan program Kartu Tani ini diharapkan menjadi solusi kekurangan pupuk subsudi yang kerap terjadi.

Baca juga: Kementan Dukung Toli-Toli sebagai Lumbung Pangan di Sulteng

Adapum peserta sosialisasi diikuti oleh para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat, Lurah, Kepala Desa, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Distributor dan pemilik kios pupuk bersubsidi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X