Kompas.com - 15/10/2019, 07:36 WIB

CHICAGO, KOMPAS.com - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange akhirnya menguat pada akhir perdagangan Senin (14/10/2019) waktu setempat, (Selasa pagi WIB). Penguatan ini mengakhiri penurunan yang terjadi pekan lalu.

Kenaikan harga logam mulia ini seiring dengan investor yang beralih ke pembelian aset-aset safe haven alias aset-aset yang relatif aman.

Selain itu, penguatan emas juga ditopang sentimen pengumuman Federal Reserve AS pekan lalu bahwa mereka akan mulai memperluas neraca keuangannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember ditutup naik 8,9 dollar AS atau 0,6 persen, pada 1.497,6 dollar AS per ounce.

Baca juga: Awal Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 2.000

Namun, kenaikan harga emas itu dibatasi greenback (sebutan bagi dollar AS) yang lebih kuat. Indeks dolar AS, yang mengukur uang terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,2 persen menjadi 98,5 pada pukul 17.30 GMT.

Dollar AS menguat seiring dengan kenaikannya terhadap pound Inggris, karena investor memantau perkembangan Brexit.

Analis mengatakan, pound Inggris mulai turun setelah Inggris dan Uni Eropa (UE) mengatakan pada akhir pekan bahwa ada jalan panjang sebelum mereka dapat menyetujui kesepakatan Brexit.

Baca juga: Akhir Pekan, Harga Emas Antam Kembali Turun

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dollar AS,. Bila greenback menguat maka emas berjangka akan tertekan. Hal ini karena emas yang dihargai dalam dollar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 16,6 sen atau 0,95 persen, ditutup pada 17,71 dollar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Januari turun 0,9 dollar AS atau 0,1 persen, menjadi 899,4 dollar AS per ounce.

Akhir pekan lalu harga emas berjangka ditutup turun

Pada penutupan perdagangan Jumat (11/10/2019) waktu setempat, (Sabtu pagi WIB), harga emas berjangka kembali mengalami penurunan setelah sehari sebelumnya sempat jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu.

Melemahnya harga emas tersebut seiring dengan menguatnya pasar saham AS sehingga merusak daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven.

Baca juga: Harga Emas Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Cari Mobil Baru? Simak Promo SEVA di Gelaran GIIAS 2022

Ingin Cari Mobil Baru? Simak Promo SEVA di Gelaran GIIAS 2022

Rilis
Mendag Zulhas Usulkan Subsidi BBM Diberikan untuk Warga Miskin

Mendag Zulhas Usulkan Subsidi BBM Diberikan untuk Warga Miskin

Whats New
Mau Bangun Ekosistem Silicon Valley, Jababeka Gandeng Telkomsel Enterprise

Mau Bangun Ekosistem Silicon Valley, Jababeka Gandeng Telkomsel Enterprise

Rilis
Ada yang Replikasi 17 Pinjol Legal, AFPI Laporkan Lewat Jalur Hukum

Ada yang Replikasi 17 Pinjol Legal, AFPI Laporkan Lewat Jalur Hukum

Whats New
Dukung Program ISUTW, Kemenperin Incar Ekspor Bumbu Masak 2 Miliar Dollar AS

Dukung Program ISUTW, Kemenperin Incar Ekspor Bumbu Masak 2 Miliar Dollar AS

Whats New
AAJI Gelar Top Agent Awards ke-35, Motivasi Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa

AAJI Gelar Top Agent Awards ke-35, Motivasi Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa

Whats New
Baznas Jamin Transparansi Pengelolaan Dana Zakat dari Dana Masyarakat

Baznas Jamin Transparansi Pengelolaan Dana Zakat dari Dana Masyarakat

Whats New
Menteri Teten: TBS Sawit Diolah Jadi Minyak Makan Merah, Permintaannya Sudah Mencapai 200 Ton

Menteri Teten: TBS Sawit Diolah Jadi Minyak Makan Merah, Permintaannya Sudah Mencapai 200 Ton

Whats New
Pertamina Catat Ada 49 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi

Pertamina Catat Ada 49 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi

Whats New
Sepanjang 2022, PKT Berhasil Tekan Emisi 436,7 Ribu Ton

Sepanjang 2022, PKT Berhasil Tekan Emisi 436,7 Ribu Ton

Whats New
Jelang HUT ke-77 RI, Nasabah Baru Pegadaian Bisa Dapat Bunga 0 Persen

Jelang HUT ke-77 RI, Nasabah Baru Pegadaian Bisa Dapat Bunga 0 Persen

Whats New
Potensi Panas Bumi RI Besar, Pemanfaatannya Harus Dioptimalkan

Potensi Panas Bumi RI Besar, Pemanfaatannya Harus Dioptimalkan

Whats New
Kembangkan Data Center Ramah Lingkungan, AtriaDC Dapat Dukungan dari Saratoga

Kembangkan Data Center Ramah Lingkungan, AtriaDC Dapat Dukungan dari Saratoga

Rilis
Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Whats New
Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.