Utang Merpati Airlines Turun Rp 4,4 Triliun, Kok Bisa?

Kompas.com - 16/10/2019, 22:11 WIB
Direktur Utama PT Merpati Airlines Asep Eka Nugraha di Jakarta, Rabu (16/10/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PT Merpati Airlines Asep Eka Nugraha di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Eka Nugraha mengaku utang perusahaannya berkurang sekitar Rp 4 triliun.

Penurunan utang tersebut setelah adanya putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya mengabulkan proposal perdamaian yang diajukan PT Merpati Nusantara Airlines kepada kreditornya.

“Posisi utang kita (saat ini) sekitar Rp 6 triliun,” ujar Asep di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Garuda Indonesia Pinjamkan 8 Pesawat untuk Merpati Airlines

Asep menjelaskan, penurunan tersebut didapat setelah para kreditur bersedia menghapus bunga utangnya.

“Pengadilan PKPU berhasil menghapuskan bunga Rp 4,4 triliun,” kata Asep.

Sebelumnya, dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Merpati tercatat mempunyai kewajiban senilai Rp 10,95 triliun. Rinciannya terdiri dari tagihan kreditur preferen (prioritas) senilai Rp 1,09 triliun, konkuren (tanpa jaminan) senilai Rp 5,99 triliun, dan separatis sebesar Rp 3,87 triliun.

Tagihan separatis sendiri dimiliki tiga kreditur, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 2,66 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai Rp 254,08 miliar, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Rp 964,98 miliar.

Baca juga: Menteri BUMN Minta Bos Garuda Selamatkan Merpati Airlines

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X