Dorong Infrastruktur, ADB Beri Pinjaman ke RI 100 Juta Dollar AS

Kompas.com - 22/10/2019, 20:01 WIB
Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried F. Wicklein (kanan) saat mempresentasikan outlook ekonomi Indonesia tahun 2019-2020 di Jakarta, Rabu (25/9/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADirektur ADB untuk Indonesia, Winfried F. Wicklein (kanan) saat mempresentasikan outlook ekonomi Indonesia tahun 2019-2020 di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Asian Development Bank ( ADB) telah menyetujui pinjaman perantara senilai 100 juta dollar AS pada pemerintah.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk meningkatkan investasi sektor swasta di berbagai proyek infrastruktur.

Direktur ADB untuk Indonesia Winfried F Wicklein mengatakan, pinjaman tersebut selain memenuhi kebutuhan pembiayaan infrastruktur juga bakal meningkatkan kuakitas standar proyek infrastruktur dalam negeri.

"Pinjaman ini akan membantu memobilisasi investasi sektor swasta untuk membangun dan membiayai proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan,” kata dia seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (22/10/2019).

Baca juga : ADB: Perang Dagang Picu Ekonomi Asia Tumbuh Tipis Tahun 2020

Infrastruktur berkualitas merupakan modal penting bagi pertumbuhan inklusif di Indonesia. Sebab, Indonesia memerlukan layanan infrastruktur untuk mendukung perekonomian berpenghasilan menengah yang modern dan kompetitif serta untuk menyediakan kebutuhan dasar warganya.

Kebutuhan infrastruktur di Indonesia masih sangat signifikan, dengan keperluan investasi tahunan yang diperkirakan mencapai lebih dari 70 miliar dollar AS. Percepatan pembangunan infrastruktur merupakan proritas pembangunan jangka menengah bagi pemerintah Indonesia.

Melalui Leveraging Private Infrastructure Investment Project, pemerintah akan menyalurkan dana ADB pada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) melalui badan usaha milik negara PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

IIF dan SMI merupakan dua institusi penting di sektor pembiayaan infrastruktur yang menyediakan pembiayaan proyek, layanan konsultasi, penjaminan, dan dukungan pembiayaan proyek untuk proyek-proyek infrastruktur.

Dengan bantuan ADB, IIF akan memberi pinjaman dengan ketentuan komersial bagi subproyek yang mengikuti standar dan pedoman IIF dan ADB. Pinjaman tersebut akan mendukung 12 proyek infrastruktur potensial di sektor kesehatan, energi terbarukan, telekomunikasi dan transportasi.

“Bantuan ADB diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendanaan yang lebih besar lagi berupa investasi swasta di berbagai sektor infrastruktur strategis, dan hal tersebut membantu menambah nilai pinjaman ini,” ujar ekonom ADB untuk Indonesia Yurendra Basnett.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem.

Secara keseluruhan pada 2018, ADB memberikan komitmen pinjaman dan hibah baru senilai 21,6 miliar dollar AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X