[POPULAR MONEY] Gaji Nadiem Sebagai Mendikbud | Gagal "Move On" dari Susi dan Jonan

Kompas.com - 25/10/2019, 08:19 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem  Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberitaan seputar besaran gaji dan tunjangan para menteri di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 mencuri perhatian publik sepanjang Kamis (34/10/2019).

Latar belakang para menteri yang beragam membuat informasi gaji dan tunjangan pembantu Presiden menjadi hal yang ingin diketahui publik. Sebut saja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang sebelumnya menjabat CEO Gojek.

Selain itu publik juga masih belum bisa move on dari dua figur mantan menteri yakni Susi Pudjiastuti dan Ignasius Jonan. Pemberitaan kedunya juga masuk dalam daftar berita terpopuler Money Kompas.com kemarin.

Berikut 5 berita terpopuler di kanal Money:

1. Lepas CEO Gojek, Berapa Gaji Nadiem Makarim Sebagai Mendikbud?

Nadiem Makarim resmi meninggalkan jabatan CEO Go-Jek setelah menerima tawaran Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Baca juga: Jokowi Siapkan Para Wakil Menteri, Bagaimana Kebutuhan Anggarannya?

Keputusan Nadiem itu bukan tanpa konsekuensi. Gaji tinggi seorang CEO harus ia relakan untuk dilepas. Kini gajinya akan ditanggung negara dengan nominal yang tidak lebih besar ketimbang menjadi CEO Gojek.

Lantas berapa gaji Nadiem sebagai Mendikbud? Bara berita selengkapnya di sini.

2. Erick Thohir Kritik Bisnis Model Sarinah yang Ketinggalan Zaman

Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir mengkritik bisnis model yang saat ini dijalankan oleh PT Sarinah (Persero).

Menurut mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu, bisnis model PT Sarinah sudah ketinggalan zaman. Sarinah sendiri merupakan perusahaan plat merah yang bergerak di bidang ritel.

Baca berita selengkapnya di sini.

Baca juga: Belum Move On dari Susi dan Jonan? Ini Momen Pertama Saat Keduanya Jabat Menteri

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X