Jika Perang Dagang Memburuk, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Bisa di Bawah 3 Persen

Kompas.com - 31/10/2019, 12:42 WIB
Ilustrasi perang dagang AS dan China. SHUTTERSTOCKIlustrasi perang dagang AS dan China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo memaparkan skenario terburuk jika perang dagang antara Amerika Serikat dengan China tak kunjung mereda.

Dia mengatakan, jika ketegangan di antara dua ekonomi terbesar di dunia tersebut memburuk, pertumbuhan ekonomi global kemungkinan tidak akan mencapai 3,1 persen.

Adapun lembaga keuangan dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF) memroyeksi ekonomi global pada 2020 bakal tumbuh di kisaran 3,4 persen.

"Kami akan cermati perkembangan ekonomi global. Karena kita tidak tahu Amerika-China akan sepakat atau memburuk. Kalau memburuk, tahun depan ekonomi global mungkin tidak sampai 3,1 persen. bisa 3 persen hingga 2,9 persen," ujar Perry ketika memberi paparan dalam acara CEO Networking di 2019 di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Baca juga: IMF Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini dan 2020

Adapun Perry memaparkan, jika terjadi perbaikan hubungan dagang antara AS dan China, pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa mencapai 3,1 persen.

Sementara untuk tahun ini, pertumbuhan ekonomi bakal berada di kisaran 3 persen.

"Assuming trade war 250 miliar dollar AS yang sudah ada, kemudian 25 persen tarif itu tidak kemudian diperburuk lagi. Semoga terjadi kesepakatan antara AS dengan China bulan depan," ujar dia.

Perry mengatakan, ke depan pihaknya masih membuka ruang untuk melonggarkan kebijakan menjadi lebih akomodatif.

Pelonggaran tersebut bisa dalam bentuk suku bunga, penurunan Giro Wajib Minimum atau GWM, hingga relaksasi makroprudensial.

"Instrumen ini terbuka ruang untuk lebih akomodatif. When and how? Kami akan cermati perkembangan ekonomi global," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X