Sempat Meroket, IHSG Kembali ke Zona Merah

Kompas.com - 04/11/2019, 17:57 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Index Harga Saham Gabungan ( IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali terjebak di zona merah pada penutupan pasar saham, Senin (4/11/2019) sore. IHSG melemah 26 poin atau 0,43 persen dan ditutup pada angka 6.180 per saham.

Pagi tadi IHSG dibuka menghijau di angka 6.219 per saham dengan posisi tertinggi 6.242 per saham dan terendah 6.180 per saham.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan bahwa sentimen faktor eksternal berpengaruh pada pelemahan IHSG sejak penutupan pekan lalu.

“Saya pikir dari Jumat lalu bursa saham dititup terkoreksi dari faktor eksternalnya. Kita lihat dari pekan lalu, setelah The Fed memangkas suku bunga acuannya, ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi seperti tren perlambatan global,” ungkap Josua kepada Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Baca juga: Jadi CEO Terbaik Dunia, Siapa Jensen Huang?

Ia menambahkan bahwa tren perlambatan global ini memberikan dampak pada kinerja korporasi, mengingat rilis data pertumbuhan ekonomi di Hongkong masukdalam resesi.

“Jadi kekhawatiran akan pertumbuhan global yang bisa mengganggu kinerja emiten-emiten, sehingga kalau dilihat ada beberapa emiten yang mengalami koreksi dalam dua hari terakhir ini,” jelasnya.

Saham-saham Asia seperti Nikkei 225 Index Tokyo stagnan di angka 22.850 per saham. Hang Seng Index menguat 1,65 persen atau 446 poin di angka 27.547 per saham. Shanghai Composite Index juga menguat 0,58 persen atau 17 poin di angka 2.975 per saham.

Sedangkan Indonesia Composit Index turun 0,43 persen atau 26 poin di angka 6.180 per saham. Demikian juga dengan LQ 45 yang turun 0,40 persen atau 3 poin di angka 976 per saham.


Baca juga: Return Tinggi Modal Kecil, Investasi Bitcoin Direkomendasikan untuk Milenial



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X