Jajaki Pasar Internasional, Ini 5 Tantangan yang Harus Dihadapi UMKM

Kompas.com - 08/11/2019, 12:42 WIB
Pengunjung mengamati produk lurik ATBM dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019). Pameran bertema Mendorong Pertumbuhan Melalui UMKM Go Export dan Go Digital tersebut menampilkan UMKM unggulan binaan Bank Indonesia. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPengunjung mengamati produk lurik ATBM dalam Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/07/2019). Pameran bertema Mendorong Pertumbuhan Melalui UMKM Go Export dan Go Digital tersebut menampilkan UMKM unggulan binaan Bank Indonesia.

SURABAYA, KOMPAS.com - Produk usaha kecil menengah ( UKM) asal Indonesia kualitasnya tak bisa diragukan. Banyak UKM menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan kreasi yang mumpuni pula.

Sehingga, bukan tak mungkin bila produk-produk kreasi UKM Indonesia dapat menembus pasar internasional. Pun sudah banyak UKM yang berhasil mengekspor produknya ke mancanegara.

Namun demikian, ada beberapa tantangan yang masih dihadapi UKM ketika memasuki pasar internasional. Apa saja?

"Harga yang ditawarkan oleh UMKM Indonesia masih dinilai kurang kompetitif, dibandingkan produk serupa dari kawasan Asia," kata Ramdhan Deny, Kepala Perwakilan Bank Indonesia ( BI) Singapura pada acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Ingin UMKM Cepat Go International, Menkop Gandeng Gojek hingga Marketplace

Tantangan selanjutnya menurut Ramdhan adalah kelengkapan detail informasi produk dalam standar internasional. Ketika sudah masuk ke pasar internasional, maka UKM harus memperhatikan informasi produk sesuai dengan ketentuan negara yang dituju.

Ketiga, UKM juga harus menghadapi penjajakan minat dan peluang pembeli (buyer) potensial. Ini merupakan tindak lanjut ketika UKM berpartisipasi dalam event promosi investasi yang diselenggarakan.

Keempat, untuk membantu UKM siap dalam mengekspor produk, maka regulator pun harus memainkan peran penting. Ramdhan mengungkapkan, regulator perlu memberikan dukungannya kepada UKM.

Terakhir, perlu ada dukungan dari agregator, baik dari pihak eksportir maupun importir untuk percepatan ekspor produk UKM ke pasar internasional.

Ramdhan mengungkapkan, pihaknya pun telah melakukan sejumlah langkah untuk membantu UKM menembus pasar Singapura. Pasalnya, Singapura merupakan tempat berkumpulnya pembeli internasional.

Baca juga: UMKM Harus Jadi Trendsetter, Jangan Hanya Follower

"Ketika sudah memasuki Singapura, maka menjadi nilai tambah tersendiri bagi pelaku usaha," ujar Ramdhan.

Kantor Perwakilan BI Singapura, imbuhnya, telah melakukan strategi pentahapan produk UMKM Indonesia untuk memasuki pasar Singa[ura.

Pertama, memberikan banyak kesempatan kepada UMKM bertemu dengan International Potentian Buyer. Caranya dengan melakukan berbagai pelatihan dan pertemuan dengan para buyer.

Kedua, memfasilitasi Business Matching antara UMKM terpilih dengan International Potential Buyer.

Kemudian, memonitor tindaklanjut tahap pertama dan kedua, ternasuk memfasilitasi komunikasi lanjutan antara UMKM tertentu dengan Potential Buyer tertentu guna mempercepat realisasi transaksi.

"Pada intinya, UMKM diharapkan memiliki produk yang unik, bagus dan berkualitas, rajin ikut pameran, rutin melakukan kontak dengan buyer, serta sabar untuk melewati setiap prosesnya," terang Ramdhan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X