Bongkar Pasang Direksi, Kinerja 5 BUMN Ini Masih Moncer

Kompas.com - 19/11/2019, 13:19 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir tengah merombak seluruh struktur penjabat yang ada di lingkungan kerjanya.

Ini termasuk perusahaan-perusahaan pelat merah. Hal ini dia lakukan untuk mempercepat gerak BUMN agar lebih positif di mata publik.

Beberapa pejabat eselon I pun harus dialihkan ke perusahaan-perusahaan BUMN untuk menyegarkan kinerja perseroan. Seluruh perseroan BUMN memang dibenahi kinerjanya, mulai dari operasional hingga keuangan.

Meski dalam pembenahan, dari segi kinerja terdapat beberapa perusahaan BUMN masuk kategori juara, apa saja?

Senior Vice President Royal Investium Sekuritas, Janson Nasrial menyebut, sektor perbankan, telekomunikasi, dan konstruksi milik BUMN masih mendominasi memberikan kinerja positif. Tetapi, sektor perbankan yang paling mendongkrak.

Baca juga: Kelola Rp 8.200 Triliun, Erick Thohir: Saya Perlu Teamwork yang Kompak

"Kalau melihat kinerja keuangannya secara tiga sampai lima tahun terakhir. Namun, kalau dari konsistensi performa kurun 10 tahun, masih perbankan yang mendominasi. Sektor tersebut sudah melalui transisi yang tidak mudah paska krismon (krisis moneter) tahun 98," ujar Janson kepada Kompas.com, Selasa (19/11/2019).

Sektor perbankan, lanjut dia, dilihat dari aspek rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio), keuntungan (RoE dan RoA) adalah yang paling tertinggi di Asia Pasifik.

Adapun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,7 persen. Angka persentase tersebut menurutnya, masih jauh di bawah standar internasional yang rata-rata sebesar 5 persen.

"Namun dua sampai tiga tahun terakhir, karena pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia turun, profit growth juga turun. Namun ketiga bank BUMN masih paling konsisten performanya. Profit growth semua emiten baik BUMN maupun swasta memang turun karena seiring dengan turunnya pertumbuhan GDP Indonesia," katanya.

Baca juga: Awasi Pejabat BUMN, Erick Thohir Akan Hadirkan Jabatan Irjen

Lima BUMN yang kinerjanya cemerlang itu antara lain sebagai berikut.

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
  2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  4. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
  5. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)

Sementara, untuk perusahaan BUMN yang minus dari analisanya, rata-rata perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan energi. Transportasi juga tak lepas dari merosotnya kinerja perseroan yang disebabkan beberapa faktor.

"Mostly pertambangan dan energi, karena harga komoditas dunia yang memang turun. PTBA, TINS, PGAS, dan sektor airlines seperti GIAA karena lemahnya permintaan tetapi dibarengi peningkatan biaya bahan bakar avtur. Untuk baja KRAS, karena persaingan baja impor dan faktor produksi yang tidak efisien," jelasnya.

Baca juga: Erick Thohir Pangkas Jabatan Deputi di Kementerian BUMN

Lima perusahaan BUMN dengan kinerja negatif antara lain sebagai berikut.

  1. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)
  2. PT Timah (Persero) Tbk (TINS)
  3. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS)
  4. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)
  5. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X