Rombak Direksi, Ini Strategi BTN pada 2020

Kompas.com - 28/11/2019, 08:05 WIB
Jajaran direksi baru BTN usai mengadakan RUPSLB di Jakarta, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAJajaran direksi baru BTN usai mengadakan RUPSLB di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seusai merombak beberapa dewan direksi dan dewan komisaris, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mulai menyusun strategi pemasaran pada 2020.

Direktur Finance, Planning, and Treasury Nixon LP Napitupulu mengatakan, BTN tetap bergerak di bidang konsumer. Namun, BTN akan lebih fokus dibanding tahun-tahun sebelumnya sehingga memerlukan big data dan analitycs.

Oleh sebab itu, ada beberapa perubahan nomenklatur pada beberapa jabatan direktur, salah satunya Direktur Enterprise Risk Management, Big Data, and Analytics yang saat ini dipegang oleh Setiyo Wibowo.

"Ada perubahan nomenklatur. Yang baru ada big data dan analitycs. BTN bergerak di bank konsumer sehingga memerlukan big data. BTN akan shifting ke konsumen melalui big data dan mungkin akan banyak perubahan di sektor digital," ucap Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baca juga : Sah, Pahala Mansury dan Chandra Hamzah Masuk BTN

Selain itu, Direktur Consumer and Commercial Lending disepakati adanya penggabungan serta Direktur Operation, IT, and Digital Banking yang bakal fokus pada pemanfaatan digital karena BTN fokus membidik dana murah lebih efisien dan efektif.

"Organisasinya lebih mengantisipasi perubahan ke depan. Jadi perubahan nomenklatur jelas BTN (akan) bisa lebih efisien sehingga akhirnya harga KPR bisa kita turunkan," ucap Nixon.

Tak hanya mengakselerasi di digital, BTN juga fokus beralih membidik dana murah (current account and saving account/CASA) pada tabungan dan giro setelah sebelumnya pada deposito.

"Tahun depan kita akan mengurangi home funding bonds (obligasi untuk pendanaan rumah) dan yang terkait dana non-DPK (Dana Pihak Ketiga)," ucapnya.

Terkait struktur, pembidikan dana murah akan fokus ke ritel ketimbang institusi. Sebab, menurut Nixon, ritel lebih murah ketimbang institusi sehingga bakal ada perubahan komposisi.

"Struktur kita fokus ke ritel karena dana institusi sangat mahal. Komposisinya nanti ritelnya naik. karena institusi lebih mahal 1 persen secara total dibanding ritel. Pokoknya kita akan shifting dana mahal ke tabungan. Jadi kami sangat serius garap itu," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X