Kompas.com - 02/12/2019, 07:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo (kanan) didampingi Plt Dirut PLN Sripeni Inten (kiri) berjalan masuk ruang pertemuan saat mendatangi Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019). Kedatangan Presiden ke PLN untuk meminta penjelasan atas matinya listrik secara massal di sejumlah wilayah.

Pemadaman listrik yang terjadi pada hari itu membuat Plt Dirut dan jajaran direksi lainnya meminta maaf seluas-luasnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Pun memberikan kompensasi kepada warga terdampak.

"Sekali lagi izinkan kami sebagai manajemen PLN meminta maaf yang seluas-luasnya kepada pelanggan PLN," ucap Sripeni.

Baca juga: Berapa Besaran Kompensasi Bagi Konsumen yang Kena Pemadaman Listrik PLN?

4.  Jokowi marah

Padamnya listrik pada 4 Agustus 2019 mengundang kemarahan orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo.

Senin (5/8/2019) pagi sekitar pukul 08.45 WIB, Presiden RI Joko Widodo terlihat tengah menyambangi Kantor Pusat PLN. Ia didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Kedatangannya ke Kantor Pusat PLN tak lain untuk meminta penjelasan Plt Dirut PLN mengenai pemadaman listrik di Jabodetabek dan sebagian wilayah Pulau Jawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, seusai mendapat penjelasan dari Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani, Jokowi terlihat marah menggunakan kalimat "orang pintar".

"Pertanyaan saya, Bapak, Ibu, semuanya kan orang pintar-pintar, apalagi urusan listrik dan sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop," kata dia.

Dia pun meminta PLN segera membenahi masalah ini sehingga blackout tidak terjadi lagi di kemudian hari dan langsung pergi dari kantor itu. Apalagi, RI masih sangat bergantung pada listrik sehingga kebutuhannya mendesak.

Menariknya, diksi orang-orang pintar yang digunakan Jokowi menarik perhatian publik. Ahli bahasa dan sastra Jawa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Sahid Teguh Widodo menyebutkan, tindakan Jokowi mencerminkan budaya sebagai seorang Jawa.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.