Kompas.com - 02/12/2019, 07:48 WIB
Penampakan remang-remang di tengah pusat Jakarta, tepatnya di salah satu gang menuju Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019) sekitar pukul 18.30 WIB. KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANIPenampakan remang-remang di tengah pusat Jakarta, tepatnya di salah satu gang menuju Jalan Prof Dr Satrio, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019) sekitar pukul 18.30 WIB.

3. Investigasi penyebab blackout

Kejadian blackout membuat PLN segera mencari tahu penyebabnya. Tak tanggung-tanggung, PLN bakal menunjuk pihak independen untuk melakukan investigasi. Adapun investigasi akan memakan waktu dua sampai tiga bulan ke depan agar mendapat hasil komprehensif.

Selain menginvestigasi, Sripeni akan melakukan perbaikan secara signifikan, salah satunya dengan menggandeng perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas kesisteman listrik.

"Kami juga punya kerja sama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kapasitas kesisteman listrik kami," ungkap Inten.

Yang pasti pada saat itu, pihak PLN membantah padamnya listrik karena adanya sabotase dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini murni kesalahan teknis.

Untuk menghindari blackout terjadi lagi, PLN saat ini tengah mengatur aliran listrik Jawa 7 dan Jawa 8 untuk Jawa Barat. Tujuannya agar beban listrik di Jawa Barat bisa tercukupi dengan aliran listrik tersebut.

"Dengan adanya aliran listrik baru itu, kita berharap kebutuhan listrik Jawa Barat tidak dialiri dari sisi Timur melulu. Kami harap nanti beban yang ada di Barat bisa dicukupi di Barat. Ini yang kita harapkan dengan masuknya aliran baru itu, titik kritis bisa dikurangi," sebut Djoko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, MRT pun disinyalir akan mampu beroperasi bila blackout terjadi lagi di kemudian hari. Pasalnya, PLN memang telah membuat empat aliran listrik cadangan untuk MRT.

Namun, cadangan yang harusnya berjalan saat listrik blackout adalah cadangan keempat, yaitu PLTG di daerah Senayan. Sayangnya, PLTG tersebut masih dalam tahap pengujian. PLN meyakinkan, proses fisik pembangunan telah mencapai 90 persen

"PLTG itu memang harusnya mem-back up MRT. PLTG itu back up keempat untuk MRT, sedangkan back up kesatu sampai ketiga itu ada di gardu-gardu induk yang akan men-support ke sistem listriknya MRT. Tentunya, yang harusnya jalan saat kondisi ini adalah back up keempat. Tapi saat ini pembangunannya masih dalam proses," ungkap Sripeni.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.