Investor Perdagangan Berjangka Komoditi Terus Meningkat

Kompas.com - 06/12/2019, 11:42 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), sebagai salah satu bentuk investasi di antara beragam pilihan, kian menarik perhatian para pengelola dana. Jumlah investor PBK pun terus meningkat.

"Hal ini seiring dengan signifikannya potensi keuntungan dari produk yang ditransaksikan di Bursa Berjangka," kata Ofik Taufiqurohman, CEO PT Mentari Mulia Berjangka dalam keterangannya, Jumat (6/12/2019).

Berdasarkan undang-undang No. 10/2011 amandemen dari undang-undang No. 32/1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi menyatakan PBK adalah segala sesuatu yang berkaitan jual beli komoditas dengan penarikan margin dengan penyelesaian kemudian berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah dan atau kontrak derivatif lainnya.

Baca juga: Penipuan Berkedok Perdagangan Berjangka Komoditi Marak di Indonesia

Dalam hal ini, komoditi merupakan sesuatu yang dapat dijadikan sebagai subyek kontrak berjangka untuk derivatif syariah dan atau kontrak derivatif lainnya yang diatur dengan peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Komoditi yang ditransaksikan pun beragam, mulai dari produk primer seperti produk pertanian, pertambangan, dan energi, hingga berbagai produk finansial seperti indeks saham dan mata uang
asing atau yang lebih dikenal dengan foreign exchange ( forex).

Semakin tingginya minat masyarakat untuk terlibat dalam PBK ditandai dengan tren lonjakan volume transaksi kontrak multilateral dan kontrak Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) baik di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) maupun Bursa Berjangka Derivatif Indonesia (BKDI) dalam beberapa tahun terakhir.

Data Bappebti menunjukkan, transaksi BBJ dan BKDI pada 2016 mencapai 7.012.220 lot atau meningkat
6,40 persen dari tahun sebelumnya. Pada 2018, peningkatannya mencapai 25,20 persen atau menjadi 8.821.762 lot.

Baca juga: Binomo Investasi Bodong? Ini Kata Bappebti dan Satgas Waspada Investasi

Adapun, volume transaksi kontrak berjangka pada Januari-Agustus 2019 tercatat sebesar 7.043.116 Lot. Jumlah itu diperkirakan terus meningkat seiring masifnya upaya sosialisasi dan edukasi terkait pilihan investasi PBK.

Tidak hanya di Indonesia, potensi PBK di sejumlah negara Asia Tenggara pun terbuka. Pun BBJ terus memperluas kerja sama dengan beberapa bursa berjangka luar negeri.

Harapannya, investor asing akan semakin banyak masuk ke perdagangan berjangka dalam negeri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X