Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebelum Dilelang, DJKN Masih Tunggu Kepastian Bea Cukai

Kompas.com - 06/12/2019, 17:43 WIB
Ade Miranti Karunia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan, status barang sitaan berupa Harley Davidson dan sepeda lipat merk Brompton masih menunggu kepastian Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pasalnya, untuk menentukan barang seludupan itu akan dilelang atau dimusnahkan menjadi keputusan Ditjen Bea dan Cukai selaku penyita.

"Harley Davidson masih pretelan kan. Itu menurut saya secara awam kan sitaan Bea Cukai. Akan ada ketetapan di Bea Cukai ini seperti apa, disita dirampas, berarti ditetapkan menjadi milik negara. Misalnya, jadi kendaraan dinas DJKN," katanya dalam konfrensi pers di Kantor DJKN, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Namun, pihak DJKN masih menunggu proses dari mereka (Ditjen Bea dan Cukai). "Saya rasa ada proses, pasti bukan sekedar ada berita acara. saya nggak tahu proses kepabeanan. tapi yakin itu ada proses formal sampai disita dirampas, dan sebagainya," lanjut Isa.

Dia menegaskan, bahwa tidak ada barang sitaan akan berstatus milik pribadi selama ini. 

"Kalau bisa dilelang artinya dijualbelikan di Indonesia, melalui lelang. Tidak ada penjualan barang rampasan ditawarkan pribadi itu nggak ada," ucapnya.

Seperti diketahui, petugas Bea dan Cukai menyita barang ilegal berupa onderdil Harley Davidson dan sepeda lipat merk Brompton yang diseludupkan di lambung pesawat Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 NEO pada pertengahan November 2019 lalu.

Barang tersebut dari hasil investigasi merupakan milik Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara. Hasil sitaan ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan 18 kotak yang ditemukan dalam pesawat tersebut, diperkirakan motor Harley Davidson tahun 1972 tersebut seharga Rp 800 jutaan. Adapun untuk sepeda Brompton diperkirakan seharga Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per unit.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Whats New
Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Whats New
Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Whats New
Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Whats New
Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Whats New
Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Whats New
IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

Whats New
Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Whats New
CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Rincian Tarif Listrik per kWh Berlaku Mei 2024

Rincian Tarif Listrik per kWh Berlaku Mei 2024

Whats New
Inflasi AS Sulit Dijinakkan, The Fed Pertahankan Suku Bunga

Inflasi AS Sulit Dijinakkan, The Fed Pertahankan Suku Bunga

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Mayoritas Saham di Wall Street Melemah

The Fed Tahan Suku Bunga, Mayoritas Saham di Wall Street Melemah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com