Kepala BKPM Yakin Indonesia Tak Alami Resesi Ekonomi pada 2020

Kompas.com - 28/12/2019, 10:49 WIB
kepala bkpm Bahlil Lahadalia di kemenperin Rina Ayu Larasatikepala bkpm Bahlil Lahadalia di kemenperin

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, perekonomian Indonesia 2020 mendatang tidak akan memasuki masa resesi.

"Minimal, dari berbagai macam pakar analisa ekonomi yang menyatakan bahwa tahun 2020 diambang resesi ekonomi, bagi kami BKPM tidak terlalu menggubris analisa tersebut. Karena data kami menunjukkan tidak diambang resesi tetapi menuju suatu titik perekonomian baru," katanya di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Apalagi didorong adanya Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang bakal mendorong peningkatan nilai investasi ke Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Tak Yakin Indonesia Bakal Resesi akibat Perekonomian Global

BKPM perlahan sedang menyelesaikan sederet "pekerjaan rumah", terutama investasi eksisting yang tersendat akibat adanya perizinan yang belum terselesaikan.

"Ditambah lagi dengan investasi eksisting kurang lebih Rp 708 triliun. Rp 708 triliun ini sudah terjadi tiga tahun lalu, orang sudah invest tapi tidak bisa dieksekusi. Karena ada sebagian izinnya di kementerian/lembaga ditahan. Ini yang terburuk," ujarnya.

BKPM beryakinan pada 2020 nanti, masalah tersebut akan tuntas. Saat ini, BKPM baru menyelesaikan sebesar Rp 127 triliun nilai investasi eksisting yang tersendat.

Baca juga: BKPM Yakin Realisasi Investasi 2019 Lampaui Target

"Dan Rp 708 triliun itu sudah terselesaikan menjadi sekitar Rp 127 triliun. Maka target kita ke depan, yang dikasih untuk 2020, oleh Bappenas kepada BKPM kurang lebih Rp 886 triliun, hampir Rp 900 triliun, bayangkan!," ungkap Bahlil.

Bila masalah investasi eksisting yang terhambat mampu diselesaikan maka berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

"Saya yakin masih diangka atas 5 persen. Berapa lebihnya, saya yakin banyak variabel mempengaruhi. Kami ke depan, kami akan melakukan langkah-langkah konfrehensif, langkah statis untuk bisa mewujudkan target dari Pak Presiden kepada kami, di samping menunggu omnibus law," tuturnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X