Siap-siap January Effect, Ini Saham yang Bisa Diperhatikan

Kompas.com - 30/12/2019, 07:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan membaik pada awal tahun 2020. Hal ini seiring dengan adanya  potensi January effect.

January effect merupakan fenomena tahunan yang terjadi pada pasar modal dengan menguatnya harga-harga saham di bulan Januari.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, IHSG akan melanjutkan penguatan pada Januari mendatang.

Sukarno memerkirakan January effect akan tetap terjadi. Selain itu selama 10 tahun terakhir biasanya IHSG akan bergerak positif pada Januari.

Baca juga: Saham Amazon Pecah Rekor, Jeff Bezos Kembali Jadi Orang Terkaya Dunia

Ia menilai salah satu yang menjadi sentimen positif yaitu pelaku pasar optimistis menangani negosiasi dagang antara AS-China yang dinilai mulai menemui titik terang.

“Kedua belah pihak sedang menyelesaikan detail kesepakatan dagang fase pertama agar bisa ditandatangani pada awal Januari 2020 nanti,” katanya Minggu (29/12/2019).

Dengan begitu, ia bilang IHSG pada Januari bisa menguat di kisaran 6.331-6.468. Meskipun mengalami penurunan, sambungnya, IHSG tidak akan turun melebihi level 6.274.

Meski demikian, ia memerkirakan pasar modal Indonesia sedikit banyak akan tertekan akibat kasus Jiwasraya.

Sebagai informasi, Jiwasraya kabarnya bakal membayar tunggakan klaim pada 2020, yang mana Jiwasraya akan melepas portofolio saham bervaluasi rendah atau undervalue. Dengan penjualan itu diharapkan mendatangkan dana segar sebesar Rp 5,6 triliun.

“Jadi saya rasa Jiwasraya memanfaatkan penjualan ketika IHSG dalam tren positif,” sebutnya.

Baca juga: Soal Jiwasraya Beli Saham Perusahaan Erick Thohir, Ini Kata Jubir BUMN

Menurut dia, investor bisa mengambil kesempatan uuntuk menampung saham-saham bluechips yang masih undervalue.

Selain itu, dalam menyambut January effect, pelaku pasar juga bisa mengoleksi saham-saham meliputi ASII, AALI, BSDE, BBRI, BBNI, BMRI, ERAA, CPIN, JPFA, EXCL, JSMR, PGAS, TLKM, ADHI, PTPP, PWON, SMRA, WIKA, WSKT, dan UNTR.

Lebih lanjut ia menjelaskan saham-saham tersebut terbilang menarik lantaran secara valuasi masih murah dan secara siklus tahunan dengan January effect, saham-saham tersebut bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Asing Jual Saham, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?

Ia bilang bakal ada potensi saham-saham itu naik minimal 5 persen dan maksimal 15 persen, bahkan berpeluang meningkat hingga 20 persen apabila investor tetap memegang saham-saham tersebut sampai akhir kuartal pertama.

“Tapi tetap hati-hati, gunakan momentum teknikal untuk entry buy or sell,” ujarnya.

Selain saham-saham tersebut, Sukarno menambahkan saham dari sektor perkebunan juga menarik untuk dikoleksi di tengah harga CPO yang berada dalam tren kenaikan dan mulainya uji coba B20. (Ika Puspitasari)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Ada January effect di 2020, saham-saham ini layak dilirik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.