Amazon Ancam Pecat Karyawan yang Terlibat Aksi Lingkungan?

Kompas.com - 03/01/2020, 19:31 WIB
Peserta membawa spanduk memohon agar Amazon mencapai emisi nol pada 2030 di depan Amazon Spheres saat aksi Climate Strike di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/9/2019). Aksi Climate Strike 2019 digelar serentak di 163 negara di seluruh dunia, terinspirasi dari Greta Thunberg, remaja aktivis lingkungan yang bersama ribuan murid sekolah lainnya berkampanye tentang penanganan perubahan iklim di Swedia, 2018 lalu. ANTARA FOTO/REUTERS/LINDSEY WASSPeserta membawa spanduk memohon agar Amazon mencapai emisi nol pada 2030 di depan Amazon Spheres saat aksi Climate Strike di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/9/2019). Aksi Climate Strike 2019 digelar serentak di 163 negara di seluruh dunia, terinspirasi dari Greta Thunberg, remaja aktivis lingkungan yang bersama ribuan murid sekolah lainnya berkampanye tentang penanganan perubahan iklim di Swedia, 2018 lalu.
Penulis Mutia Fauzia
|

LONDON, KOMPAS.com - Sebuah kelompok pekerja Amazon mengatakan, perusahaan e-commerce raksasa dunia tersebut tengah melakukan ancaman terhadap karyawan lantaran menyuarakan persoalan lingkungan, terutama terkait perubahan iklim.

Dikutip dari BBC, kelompok yang menamakan diri sebagai Amazon Employees for Climate Justice tersebut mengatakan, para karyawan dinilai telah melakukan pelanggaran atas beberapa aturan perusahaan.

Hal tersebut terjadi setelah mereka melakukan aksi agar perusahaan e-commerce raksasa tersebut diminta untuk melakukan lebih banyak aksi untuk melawan perubahan iklim.

Baca juga: Saham Amazon Pecah Rekor, Jeff Bezos Kembali Jadi Orang Terkaya Dunia

Dalam sebuah unggahan melalui Twitter, kelompok tersebut menyatakan para pegawai yang terlibat telah dihubungi oleh tim legal dan SDM perusahaan untuk dimintai keterangan mengenai ujaran publik yang mereka ungkapkan.

"Beberapa pekerja pun mendapatkan e-mail lanjutan yang berisi ancaman penghentian kerja jika mereka melanjutkan pembicaraan mengenai bisnis Amazon," tulis keterangan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pihak Amazon mengatakan kebijakan perusahaan dalam mengatur ujaran pegawainya baik dalam media sosial maupun pers bukan hal baru.

Baca juga: Garuda Indonesia Dinobatkan Sebagai Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia

Namun demikian pihak Amazon pun menambahkan, perusahaan baru saja memperbarui peraturan mengenai proses persetujuan agar para pekerja lebih mudah dalam turut serta di aktifitas-aktifitas eksternal.

Sebagai informasi, Amazon Employees for Climate Justice merupakan kelompok pekerja perusahaan yang memercayai bahwa mereka berperan besar agar bisnis perusahaan tidak berdampak pada krisis iklim yang sedang terjadi.

Kelompok tersebut telah meminta dan menekan Amazon agar perusahaan mampu mencapai target emisi 0 persen di 2030.

Baca juga: Dulu Tenggelamkan Kapal China, Susi: Kenapa Sekarang Tidak Bisa?

 

Menurut mereka, perusahaan perlu untuk mengurangi kerja sama dengan perusahaan bahan bakar fosil, juga berhenti mendanai politisi yang menolak percaya mengenai perubahan iklim.

Amazon, sama halnya seperti perusahaan besar lain telah dihadapkan pada meningkatnya tekanan baik oleh publik maupun pekerjanya untuk mengambil langkah yang lebih berani dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

Pada Mei 2019 lalu, ribuan pegawai Amazon pun menggunakan momentum pertemuan pemegang saham tahunan untuk meminta CEO mereka, Jeff Bezos agar merumuskan inisiatif bisnis perusahaan yang bisa mengurangi dampak perubahan iklim.

Baca juga: Dampak Banjir, Pasar Lumpuh hingga Peritel Rugi Rp 1 Triliun

Namun demikian, usulan tersebut doitolak oleh para pemegang saham. Namun demikian, Bezos di Februari 2019 mengumumkan rencana perusahaan yang akan mengandalkan energi terbarukan per 2030 dan mencapai target jejak emisi karbon 0 persen di 2040.

Sehari setelah pengumuman itu, lebih dari 1.000 pekerja meninggalkan meja mereka untuk bergabung dengan Global Climate Strike, serta memprotes kebijakan lingkungan Amazon.

Baca juga: Hanya Perlu 30 Menit, Amazon Gunakan Drone untuk Kirim Barang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X