Ada Konflik AS-Iran, Luhut: Kita So Far Good-good Saja...

Kompas.com - 07/01/2020, 08:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika ditemui awak media di kediamannya di Jakarta, Rabu (25/12/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika ditemui awak media di kediamannya di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, konflik Amerika Serikat ( AS) dan Iran yang saat ini berlangsung tidak mempengaruhi investasi asing yang masuk ke Indonesia. Dia memastikan perekonomian Indonesia tetap dalam kondisi stabil.

"Di sana tegang-tegang, di sini rileks. Makanya jangan dikit-dikit tegang lah. Maunya kok tegang...," katanya di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Justru pekan ini lanjut Luhut, bakal ada investasi dari AS yang akan masuk ke Indonesia. Namun, dirinya tidak menyebut secara pasti nilai investasi itu.

Baca juga: Apa yang Terjadi pada Harga Minyak jika Pecah Perang AS-Iran?

"Enggak juga sih, besok Jumat (10/1/2020), kami akan terima Adam dari Inter Development Finance AS di bawah White House. Dia akan datang kemari bawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek," ujarnya.

Namun, mantan perwira Koppasus ini hanya menyebut ada miliaran dollar AS nilai investasi AS akan mengalir di Indonesia. "Cuma beberapa miliar, nanti kami bikin konpers," ujarnya.

Sementara, adanya kenaikan harga minyak mentah dunia yang melonjak, menurut Luhut, tidak terlalu mempersoalkan. Dan memastikan, harga BBM di Indonesia tetap turun dan menjaga daya beli masyarakat. "Ya enggak apa-apa, kita so far good-good saja," katanya.

Harga minyak mengalami lonjakan hingga 4 persen pada perdagangan Jumat (4/1/2019) menyusul konfirmasi Kementerian Pertahanan Amerika Serikat ( AS) mengenai tewasnya perwira tertinggi Iran, Qasem Soleimani akibat serangan AS ke Baghdad.

Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan ketegangan konflik antara kedua negara yang bisa memengaruhi kinerja produksi energi di kawasan tersebut.

Baca juga: Serangan AS Tewaskan Pimpinan Militer Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X