AS-Iran Kian Panas, Harga BBM Bisa Melambung

Kompas.com - 08/01/2020, 12:42 WIB
Foto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008. AFP/SEPAH NEWSFoto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kian panasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali berdampak terhadap melejitnya harga minyak dunia. Hal ini kemudian berpotensi menekan perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah mengatakan, meski saat ini tensi antara kedua belum mencapai tingkatan perang, namun kekhawatiran pasar sudah mulai terlihat dengan naiknya harga minyak dunia.

Pasalnya, tensi antar kedua negara dikhawatirkan akan berdampak terhadap ketersediaan minyak dunia. Dalam jangka pendek, naiknya harga minyak dunia hanya akan berdampak ke pasar keuangan nasional.

"Seperti IHSG dan rupiah melemah," kata Pieter kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Harga Minyak Melambung Pasca Iran Tembakan Rudal ke Markas Militer AS

Namun, apabila tensi berlangsung cukup lama dan mengganggu suplai minyak dunia maka diyakini perekonomian nasional baik di level makro ataupun industri akan terganggu.

"Pertama kenaikan (harga minyak) ini apabila terus berlangsung cukup lama akan berpengaruh terhadap neraca perdagangan dan transaksi berjalan, kemudian berujung kepada pelemahan nilai tukar rupiah," tuturnya.

Bukan hanya itu, kenaikan harga minyak dunia juga akan berdampak terhadap anggaran subsidi APBN yang membengkak. Bukan tidak mungkin pembengkakan ini akan diikuti dengan dinaikannya harga BBM subsidi.

"Kenaikan beban subsidi di APBN sekaligus bisa memaksa Pemerintah menaikkan harga BBM subsidi," ujarnya.

Baca juga: AS-Iran Kian Memanas, Ini Dampaknya ke Ekonomi RI

Pieter pun menambah, kenaikan harga BBM subsidi nantinya diikuti oleh kenaikan harga atau inflasi yang melebihi target pemerintah.

"Pelemahan rupiah yang dibarengi oleh kenaikan inflasi akan berpengaruh negatif terhadap daya beli dan menahan pertumbuhan konsumsi," tutur dia.

Secara tidak langsung, pelemahan pertumbuhan konsumsi akan diikuti dengan perlambatan pertumbuhan industri.

"Namun demikian, prediksi ini bisa terjadi hanya jika kondisi di Timur Tengah memburuk," ucapnya.

Baca juga: Tanpa Natuna, Singapura Gelap Gulita



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Whats New
Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X