2019, Bank Mandiri Gelontorkan Kredit Sindikasi 3,4 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 13/01/2020, 09:11 WIB
Jajaran direksi yang mengemban tugas baru di Bank Mandiri usai diresmikan dalam RUPSLB Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/12/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAJajaran direksi yang mengemban tugas baru di Bank Mandiri usai diresmikan dalam RUPSLB Bank Mandiri di Jakarta, Senin (9/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus meningkatkan penyaluran pinjaman sindikasi, baik kepada perusahaan BUMN maupun swasta pada 2019.

Tercatat sepanjang 2019, perseroan terlibat dalam 34 transaksi sindikasi dengan nilai total pinjaman yang di-arranged sebesar 12,32 miliar dollar AS.

Dari nilai tersebut, porsi pembiayaan yang dikontribusi Bank Mandiri sebesar 3,4 miliar dollar AS.

Baca juga: Iuran BPJS Naik, Peserta Mandiri Bisa Daftar Jadi PBI

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, hal itu menempatkan Bank Mandiri pada posisi pertama kategori Mandated Lead  Arranger dan kategori Bookrunner dalam Bloomberg League Table Reports Indonesia Borrower Loans 2019.

Selain itu, Bank Mandiri juga menempati urutan pertama dalam kategori Participants in Syndication Market dalam Bloomberg League Table yang menggambarkan limit partisipasi Bank Mandiri terhadap pasar sindikasi Indonesia.

“Pada tahun lalu, kami mencatat penyaluran kredit sindikasi yang sangat berkembang, termasuk pembiayaan secara structured finance. Ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk menjadi bagian dari agen pendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Alexandra dalam siaran pers, Senin (13/1/2020).

Baca juga: 2019, Bank Mandiri Telah Kucurkan Dana ke Startup Rp 980 Miliar

Dia menambahkan, komitmen kuat tersebut terlihat dari data Bloomberg yang menunjukkan mayoritas kredit sindikasi Bank Mandiri pada 2019 berlabuh ke sektor Infrastruktur, ketenagalistrikan, pembangkit listrik, migas, energi, dan industri pertambangan.

Contohnya, kredit berskema sindikasi yang dikucurkan ke Angkasa Pura I menjelang penutup tahun lalu.

“Kredit sindikasi yang dimaksud untuk membuka jaringan distribusi ke daerah-daerah terpencil itu ditandatangani pada 23 Desember 2019 dengan nilai total Rp4 triliun,” katanya.

Selain itu, Bank Mandiri terbukti aktif dalam pembiayaan infrastruktur sektor pertambangan mulai dari nikel hingga emas. Harapannya, hilir dari sindikasi ini mampu menambah nilai barang tambang yang pada gilirannya akan menambah pendapatan pemerintah melalui pajak dan PNBP.

Baca juga: Masih Utang Rp 1,8 Triliun, Aset Duniatex Bakal Dijual Bank Mandiri

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X