Kuasai Saham Mayoritas, Pertamina Integrasikan TPPI dengan GRR Tuban

Kompas.com - 14/01/2020, 08:02 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati. Dok Humas PertaminaDirektur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menguasai saham mayoritas Tuban Petro hingga 51 persen, Pertamina siap mengintegrasikan Kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama ( TPPI) yang merupakan anak usaha Turban Petro dengan megaproyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, restrukturisasi TubanPetro merupakan bagian dari kilang Pertamina yang mengutamakan aspek fleksibilitas (flexibility).  Hal ini membuat produksi kilang dapat menyesuaikan dengan permintaan pada saat beroperasi.

"Jadi restruksi TubanPetro akan mengutamakan aspek fleksibelitas yang dimana mode kilang bisa beralih baik mode petrokimia ataupun migas hal ini juga yang membuat produksi kilang dapat menyesuaikan permintaan pada saat beroperasi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Tahun Ini Pertamina Mulai Lakukan Pengeboran Minyak di Blok East Natuna

Kemudian, lanjut Nicke, dengan pasokan bahan baku yang terintegrasi antara satu kilang dengan kilang lainnya, diharapkan juga bisa meningkatkan efisiensi baik sisi pengeluaran operasional maupun pengeluaran modal, sehingga meraih keuntungan  yang maksimal.

“Jadi jelas bahwa proyek kilang kami yang sedang berjalan akan menjadi bisnis yang berkelanjutan karena dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan didukung integrasi baik sesama kilang maupun infrastruktur Pertamina lainnya,” lanjutnya.

Nicke menambahkan, peluang pasar bisnis petrokimia saat ini sekitar Rp 40 triliun-Rp 50 triliun per tahun.

Selain itu bisnis petrokimia juga mempunyai margin lebih tinggi dibanding BBM. Hal ini juga merupakan pengintegrasian kilang TPPI dengan GRR Tuban yang dilakukan Pertamina dengan melakukan aksi korporasi pembelian saham seri B Tuban Petro senilai Rp 3,2 triliun, sehingga Pertamina saat ini menguasai saham mayoritas 51 persen.

Baca juga: Konflik AS-Iran Memanas, Pertamina Evakuasi Pekerjanya di Irak

Dengan menguasai saham mayoritas, maka Pertamina memiliki saham pengendali agar bisa mengembangkan TPPI.

Nicke menyebutkan, mulai tahun 2020 sesuai RKAP, Pertamina akan melakukan peningkatan produksi aromatik kilang TPPI dari saat ini 46.000 ton menjadi 55.000 ton. Dalam jangka panjang, Pertamina juga akan membangun Olefin Center, sehingga nantinya TPPI akan memproduksi petrokimia sebesar 700 ribu ton per tahun.

Pada saat yang sama, megaproyek GRR Tuban nantinya akan memiliki fasilitas produksi petrokimia dengan produk polypropylene sebanyak 1.205 ktpa, paraxylene 1.317 ktpa dan polyethylene 750 ktpa.

“Pertamina memiliki kapasitas dan kompetensi untuk meningkatkan daya saing industri petrokimia nasional. Pertamina siap untuk mengurangi ketergantungan impor produk petrokimia melalui pengembangan bisnis petrokimia yang terintegrasi,” ucapnya.

Baca juga: Penurunan Harga BBM Pertamina Hanya Sementara, Apa Iya?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X