Fintech Ubah Gaya Milenial dalam Berinvestasi Emas, Ini Sebabnya

Kompas.com - 20/01/2020, 18:49 WIB
Ilustrasi emas ShuterstockIlustrasi emas

Pilihannya jatuh ke e-commerce setelah kehabisan stock emas 5 gram di pameran emas Antam di sebuah Mall di bilangan Jakarta Selatan. Gagal beli langsung, ia mendapatkan masukan dari teman untuk membeli di pasar digital itu.

“Ya lebih mahal sedikit, tapi itung-itung ongkos dan ngantri dari subuh sih. Terus kalau via e-commerce, kita tahu nerima doang. Tapi saya belinya di salah satu toko distributor Antam di Tokopedia,” paparnya.

Ia melihat tidak ada biaya tambahan. Namun Ia harus membayar biaya pengiriman dari lokasi toko ke rumahnya. Sebenarnya, bisa membeli asuransi perjalanan, namun Ia tidak menggunakan asuransi lantaran merasa yakin emas yang dibeli akan sampai tujuan.

“Belinya waktu itu dapet tawaran buat kartu kredit Citibank. Promonya kalau transaksi di atas Rp 1,5 juta, cashback Rp 1 juta. Jadi tagihannya akan dikurangi Rp 1 juta,” ujar Dina.

Baca juga: Kembali Naik, Harga Emas Antam Sentuh Rekor Tertinggi

Namun hal ini berbeda dengan Haulainisa yang lebih memilih mendatangi Gerai Antam. Ibu satu anak itu merasa takut ditipu bila menggunakan fintech. Nah, Ia pun sudah menyiapkan deposit bank untuk menyimpan emas yang Ia miliki

“Biasanya belinya uang tunai atau pakai kartu debit. Saya datang ke Gerai Antam sambil ada urusan lain. Lokasi gerainya juga strategis, saya bisa nyambi,” tutur Haul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Emas masih memiliki peluang untuk menjadi instrumen investasi yang menarik pada tahun 2020 ini. Begitu kata pakar investasi Blackstone, Byron Wien: "Perhatikan emas pada tahun 2020. Emas memiliki peluang untuk menjadi investasi yang menarik."

Melansir Market Watch, Wien digambarkan oleh US News & World Report sebagai tokoh yang banyak disanjung di Wall Street dan salah satu investor paling berpengaruh.

Baca juga: Generasi Milenial Perlu Investasi Emas, Ini Alasannya

Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Mercy Simorangkir menyatakan finansial teknologi (fintech) biasanya masuk ke sistem perekonomian melalui beberapa tahap.

Pertama selalu masuk ke dalam alat pembayaran atau uang elektronik.

Lalu tahap pendanaan atau pinjaman lewat peer to peer lending. Setelah nyaman dan percaya maka masyarakat akan menggunakan fintech untuk investasi. (Maizal Walfajri)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kehadiran fintech mengubah gaya milenial dalam berinvestasi emas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.