Kemenhub: Pengemudi Ojek Online Minta Tarif Naik Hingga Rp 2.400 Per Km

Kompas.com - 21/01/2020, 17:19 WIB
Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya. KOMPAS.com/RAJA UMARRatusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan berencana mengevaluasi tarif ojek online. Evaluasi ini dilakukan setelah mendengar masukan dari para pengemudi yang meminta kenaikan tarif ojek online.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Ahmad Yani mengatakan, Kemenhub akan melakukan rapat pembahasan dengan pengemudi, aplikator dan perwakilan masyarakat terkait kenaikan tarif ini.

“(Pengemudi ojol) belum punya hitungan sendiri. (Mereka meminta) minimal (kenaikan tarif) seperti yang dulu, Rp 2.200 sampai Rp 2.400,” ujar Yani di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Kenaikan Tarif Ojek Online akan Diputuskan Pekan Depan

Yani menjelaskan, pengemudi meminta kenaikan tarif salah satu faktornya karena iuran BPJS Kesehatan naik di tahun ini. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut berbuntut kepada tambahan pengeluaran para pengemudi ojek online.

“Dengan BPJS naik komponen lain ada yang naik, seperti biaya servis (motor),” kata Yani.

Kendati begitu, Kemenhub belum bisa memutuskan akan menuruti kemauan para pengemudi soal kenaikan tarif itu. Pihaknya, lanjut Yani, perlu melakukan pembahasan dengan pihak terkait.

“Kita belum hitung nih, kita hitung sama-sama mereka. Dari hitungan itu kan nilainya ketauan, apakah naik Rp 100 atau turun,” ucap dia.

Baca juga: YLKI Sebut Layanan Pengaduan Aplikator Ojek Online Lambat

Sebelumnya, Kemenhub telah menetapkan 3 zona tarif ojek online. Tarif zona 1 untuk wilayah Sumatera, Jawa bukan Jabodetabek, dan Bali. Besaran tarif batas bawah Rp 1.850 dan batas atas Rp 2.300. Biaya jasa minimal Rp 7.000-Rp10.000.

Sementara itu, zona II ditetapkan untuk wilayah Jabodetabek dengan besaran tarif batas bawah Rp 2.000 dan batas atas Rp 2.500. Biaya jasa minimal Rp 8.000-Rp 10.000.

Terakhir, zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, dan lainnya dengan besaran tarif batas bawah Rp 2.100 dan batas atas Rp 2.600. Biaya jasa minimal Rp 7.000- Rp10.000.

Baca juga: Apa Kabar Meikarta? Begini Perkembangan Puluhan Towernya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X