Ada Virus Corona, Seluruh Transportasi Umum ke Wuhan Ditangguhkan

Kompas.com - 23/01/2020, 13:22 WIB
Petugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/STR/CHINA OUTPetugas medis membawa seorang pasien yang diduga terinfeksi virus misterius mirip SARS, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

BEIJING, KOMPAS.com - Virus Corona di Wuhan, China akhirnya berimbas kepada kinerja transportasi umum setelah sebelumnya berimbas pada pendapatan agen perjalanan. 

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/1/2020), pejabat pemerintah Wuhan, China menangguhkan semua transportasi umum termasuk bus, kereta api, pesawat terbang, dan kapal feri ke Wuhan mulai Kamis pagi (23/1/2020) waktu setempat.

Hal tersebut dilakukan untuk memerangi wabah virus Corona di Wuhan, China. Pemerintah pun meminta warganya untuk selalu menggunakan masker dan tidak meninggalkan kota kecuali ada hal mendesak. 

Baca juga: Virus di China Akibatkan Bursa Saham di Asia Anjlok

Imbauan itu mengemuka setelah pemerintah mengumumkan kematian karena virus Corona meningkat. Adapun hingga tengah malam pada Rabu (22/1/2020) waktu setempat, terdapat 571 orang yang terjangkit virus tersebut.

Diketahui virus Corona telah berdampak pada beberapa agen perjalanan dan perdagangan setempat. Bahkan membawa angin dingin ke pasar global sehingga memukul harga saham-saham Asia. 

Kejadian ini juga menekan harga tembaga dan minyak, dan membuat investor menarik diri. 

Agen perjalanan seperti Trip.com bakal memberikan pembatalan gratis untuk semua hotel, penyewaan mobil, dan tiket tempat wisata di Wuhan hingga 31 Januari 2020 mendatang.

Baca juga: Waspada Virus Corona, AP I Perketat Pemeriksaan Penumpang

Jika sebuah hotel menolak untuk mengembalikan biaya penginapan, maka Trip.com akan membayar kembali para pelancong dengan uang perusahaan.

Wabah pun membuat beberapa saham maskapai penerbangan berkinerja sangat buruk. Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines yang merupakan maskapai terbesar di negara itu turun antara 5,9 persen dan 6,7 persen pada Selasa kemarin.


Baca tentang


Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X