Konsumsi Anjlok, Brand-brand Global Panik

Kompas.com - 06/02/2020, 09:50 WIB
Ilustrasi ritel ShutterstockIlustrasi ritel

LONDON, KOMPAS.com - Lebih dari dua pekan virus corona mengancam pertumbuhan konsumsi retail. Banyak perusahaan yang tutup dan menghentikan operasionalnya akibat kekhawatiran terhadap dampak virus tersebut.

Mengutip CNN, Kamis (6/2/2020), brand-brand terkenal seperti Nike (NKE), Adidas (ADDDF) dan Capri Holdings, Versace, Jimmy Choo dan Michael Kors mulai panik.

Perusahaan-perusahaan itu juga mengumumkan kepada investor pekan ini, mengenai dampak virus Corona jangka panjang yang mampu membuat pendapatan anjlok jika terus menyebar.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Giliran Apple Tutup Kantor dan Ritel di China

"Situasi di China dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi populasi memiliki dampak material pada bisnis kami," kata John Idol, CEO Capri Holdings.

Virus corona hingga kini sudah menewaskan hampir 500 orang dan menginfeksi lebih dari 24.500 di dunia. Sebagai upaya menahan laju pertumbuhan virus, pemerinyah China menginstruksikan toko retail menutup operasional.

Perusahaan Capri menyebut ada 150 toko Capri di China yang ditutup, sementara Nike mengatakan telah menutup sekitar setengah dari toko di China. Adidas mengatakan perusahaan dan para pemegang waralaba juga telah menutup sejumlah toko di China.

Nike dan Capri Holdings mengatakan toko-toko yang tetap buka beroperasi dengan jam kerja berkurang dan jumlah pembeli yang juga semakin sedikit.

"Dalam jangka pendek, kami memperkirakan situasi akan berdampak material pada operasi kami di Greater China," kata perwakilan Nike

Di sisi lain, bisnis online Nike menunjukkan kemajuan dan terus berlanjut.

Hampir 18 persen dari penjualan Nike yang berasal dari wilayah China, menyumbang pendapatan lebih besar pada kuartal terakhir 2019.

"Prioritas pertama perusahaan adalah untuk secara tegas menjaga mitra kami di China dan konsumen kami," kata CEO Nike John Donahoe.

Sementara Adidas belum bisa memproyeksikan kerugian. Tapi disisi lain Capri Holdings mengatakan kepada investor, perusahaan akan mengalami kerugian sekitar 100 juta dollar AS pada kuartal ini akibat corona.

Perusahaan teknologi Apple (AAPL) mengatakan semua 42 tokonya di China akan tutup hingga 9 Februari. Starbucks (SBUX) mengatakan telah menutup lebih dari setengah dari sekitar 4.300 gerainya di China minggu lalu.

Pukulan juga bisa ditimbulkan dari turunnya jumlah wisatawan China karena pemberlakuan larangan penerbangan dari sejumlah maskapai.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber CNN
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X