KKP Targetkan Tantangan Budidaya Lobster Rampung 2 Tahun Lagi

Kompas.com - 15/02/2020, 17:06 WIB
Petugas menunjukkan seekor lobster sebelum dilepaskan ke laut di Kawasan Konservasi Tambling, Lampung, Kamis (23/1/2020). Petugas Bakamla mengamankan sekitaran 30 ekor lobster yang terjebak jaring nelayan saat melakukan patroli laut sekitar daerah Batu Tiang, Kawasan Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas menunjukkan seekor lobster sebelum dilepaskan ke laut di Kawasan Konservasi Tambling, Lampung, Kamis (23/1/2020). Petugas Bakamla mengamankan sekitaran 30 ekor lobster yang terjebak jaring nelayan saat melakukan patroli laut sekitar daerah Batu Tiang, Kawasan Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) Slamet Soebjakto menargetkan tantangan yang menghambat budidaya lobster dalam negeri rampung dalam 2 tahun ke depan.

Adapun tantangan tersebut, antara lain masalah pakan, benih, penyakit, produktivitas, performa produk, dan tata niaga pasar. Dia mengaku akan segera menyusun rencana aksi untuk menebas keenam tantangan tersebut.

"Segera akan kita susun action plannya," kata Slamet dalam siaran pers, Jumat (14/2/2020).

Baca juga: Nelayan: Ekspor Benih Lobster Hanya Untungkan Tengkulak

Slamet menuturkan, budidaya hasil kelautan dan perikanan sangat strategis dan memberikan peran ganda untuk kepentingan ekonomi dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.

Budidaya juga berdampak positif bagi lingkungan, yakni sebagai buffer stock lobster melalui restocking sesuai fase atau siklus hidup lobster yang aman sesuai relung ekologisnya.

"Kata kunci pemanfaatan nilai ekonomi dan perlindungan kelestarian sumber daya benih lobster sebenarnya, ya di budidaya. Oleh karena itu, tidak ada alasan ke depan untuk tidak mendorong industri budidaya lobster nasional," tegasnya.

Sementara untuk merampungkan keenam tantangan tersebut dalam 2 tahun, Slamet bilang perlu kerjasama antar stakeholders. Untuk urusan pakan, pihaknya akan mulai memetakan spot-spot ketersediaan sumber pakan segar seperti kekerangan yang mendekati kawasan budidaya.

"Upaya yang akan dilakukan yaitu dengan membangun sentra budidaya kekerangan di sekitar kawasan budidaya lobster untuk suplai kebutuhan pakan segar, disamping mendorong UPT untuk melakukan perekayasaan formula pakan buatan yang efisien," ucapnya.

Terkait benih, KKP tengah menjajaki kerjasama dengan Univetsitas Tasmania untuk meningkatkan teknologi perbenihan. Sementara terkait penyakit, KKP akan meminta UPT untuk melakukan riset dan perekayasaan teknologi yang fokus pada peningkatan produktivitas.

Langkah terakhir, Slamet mengaku bakal mengefisiensi rantai distribusi pasar agar harga lobster konsumsi bisa bersaing dengan Vietnam yang lebih murah.

"Ini yang perlu dibenahi terutama memperbaiki performa produk hasil budidaya dan mengefisiensikan rantai distribusi pasarnya," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X