Pembangunan Infrastruktur Berlanjut, Dunia Usaha Tawarkan Inovasi Teknologi Konstruksi

Kompas.com - 19/02/2020, 18:12 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur pada periode kedua pemerintahannya.

Berbagai program pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, perumahan, maupun saluran air untuk mengendalikan banjir terus berjalan.

Pembangunan infrastruktur membutuhkan teknologi konstruksi modern. Dengan demikian, proses pembangunan menjadi lebih cepat, lebih kuat, dan lebih efisien.

Inovasi seperti itulah yang dikembangkan PT Prima Graha Bangun Tunggal yang dinamai Prima Wall System (PWS).

Mudah dan berkualitas 

Adapun Prima Wall System (PWS) merupakan sistem konstruksi dinding yang menggunakan panel-panel prefab yang mudah diangkut dan mudah dirangkai.

General Manager PT Prima Graha Bangun Tunggal, Indriyanto Isnugroho, mengatakan PWS terdiri atas panel-panel beton bertautan yang berbentuk khusus dan berfungsi untuk membuat saluran, turap, serta bak beton.

Panel prefab tersebut, imbuh dia, berukuran fleksibel dan berbentuk bujur sangkar atau trapesium. Adapun turap yang dibangun dapat berbentuk persegi empat atau silinder.

Ia mengklaim, panel-panel beton tersebut berbobot ringan yang dapat diangkut 1 sampai 2 orang tenaga kerja. Dengan begitu, proses pengangkutan betok tidak membutuhkan alat besar dan berat.

"Sehingga panel PWS ideal untuk diterapkan di lokasi yang tidak dapat diakses kendaraan,” kata Indriyanto dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/2/2020).

Direktur PT Prima Graha Bangun Tunggal, Michael Aloen Chandranata, mengatakan panel-panel beton PWS telah diaplikasikan untuk berbagai keperluan dalam pembangunan.

Menurut dia, PWS telah digunakan untuk pembangunan saluran perkotaan dan saluran tersier, sekunder, bendung, turap, dan reservoir.

"Rumah PWS memakai dinding full beton bertulang yang ditanam di tanah dan hal ini jelas lebih cepat dalam pengerjaan dan hemat dalam pembiayaan. Dengan begitu, rumah bakal tahan gempa bila dibanding sistem pondasi batukali, sloof, kolom beton yang diisi batu bata atau panel-panel,” ujarnya.

Pabrikasi

Lebih lanjut, Production & Development PT Prima Graha Bangun Tunggal, Joseph Adrian Chandra, menjelaskan panel-panel PWS sangat mudah diprabrikasi di dekat lokasi proyek.

Selain itu, panel-panel beton tersebut mudah dirangkai menjadi struktur oleh masyarakat umum.

PWS, ia menambahkan, diterapkan untuk membangun turap sepanjang 4 meter (m) di Jonggol Ciputra Group, saluran lebar dan tinggi 1,5 m pada proyek PLN Talaud, saluran bentuk trapesium tol Batang-Semarang sepanjang 25 kilometer (km), saluran perkotaan sampai dengan pelosok-pelosok Tangerang sepanjang 17 km.

Dengan teknologi PWS, pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) maupun tenaga kerja lokal. Berpijak dari situ, masyarakat dapat diberdayakan dalam pembangunan infrastruktur.

‘’Setingan pabrik-pabrik besar memerlukan moulding canggih, cetakan mahal dan memerlukan alat–alat besar dan pengangkutan yang mahal. Hal ini menjadikan harga satuan menjadi mahal, juga waktu pelaksanaan menjadi lambat,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X