Mau Nelayan RI Melaut Sampai Alaska, Edhy Prabowo Lobi Internasional

Kompas.com - 26/02/2020, 07:33 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011 berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara pada Senin (30/12/2019). ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSAMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (kanan) dan Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Nilanto Perbowo (kiri) memaparkan kronologis penangkapan kapal pencuri ikan berbendera Vietnam saat jumpa pers di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan tiga kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu KP Orca 3, KP Hiu Macan 01 dan KP Hiu 011 berhasil menangkap tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam beserta 36 ABK di Laut Natuna Utara pada Senin (30/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan bakal melobi pihak-pihak internasional agar nelayan Indonesia bisa melaut sampai Alaska.

Tak tanggung-tanggung, dia mengaku bakal membentuk tim untuk melakukan lobi-lobi tersebut.

"Nanti pada waktunya kami akan membentuk tim untuk lakukan lobi, agar (pihak internasional) memberikan izin penangkapan ikan sampai alaska. Ini peluang," kata Edhy di Jakarta, Selasa (26/2/2020).

Baca juga: Edhy Prabowo Tunggu Restu Jokowi Buka Keran Ekspor Benih Lobster

Edhy bilang, hal itu dia lakukan karena Indonesia masih memiliki hak menangkap ikan di perairan internasional dengan kuota sekitar 500-600 kapal. Hingga saat ini, perizinan kapal-kapal tersebut belum diurus.

"Kita punya potensi di kapal, punya hak nangkap di perairan internasional, punya 500-600 kapal. sampai sekarang belum kita keluarkan izin kapal," ungkap Edhy.

Karena perizinan belum diurus, Edhy pun mengaku bakal melobi internasional agar nelayan Indonesia bisa mengakses laut hingga Alaska. Dia pun bilang, hak tersebut hanya dimiliki Indonesia, tidak untuk negara lainnya.

"Ke depan kami akan lobi internasional. Hak ini hanya dimiliki oleh negara kita. Negara lain yang izin menangkap di internasional, itu tidak diizinkan. Indonesia masih punya kuota 500-600 kapal," pungkasnya.

Baca juga: Sandiaga Uno: RI Masih Negara Berkembang, Belum Berpenghasilan Tinggi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X