Permintaan Hand Sanitizer Melonjak, Unilever: Harga Akhir Tergantung Retail

Kompas.com - 04/03/2020, 09:07 WIB
Sejumlah warga membeli masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Harga masker dan hand sanitizer di sentra alat kesehatan tersebut mengalami lonjakan dari 600 persen hingga 1.400 persen akibat permintaan konsumen yang meningkat drastis setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah warga membeli masker dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Harga masker dan hand sanitizer di sentra alat kesehatan tersebut mengalami lonjakan dari 600 persen hingga 1.400 persen akibat permintaan konsumen yang meningkat drastis setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya 2 kasus positif corona di Indonesia membuat beberapa barang sulit ditemukan di pasaran, salah satunya cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

PT Unilever Indonesia Tbk sebagai salah satu produsen hand sanitizer mengatakan, perusahaannya tidak akan menaikkan harga produknya walaupun permintaan meningkat.

Meski begitu, harga akhir ke konsumen tetap ada dimasing-masing retail.

"Harga tetap sama. Kami sudah merekomendasikan harga jual kepada konsumen, namun kebijakan (akhir) harga tersebut tergantung masing-masing retail," kata Direktur dan Sektretaris hand sanitizer Sancoyo Antarikso kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2020).

Baca juga: Tokopedia Minta Pelanggan Laporkan Produk Masker yang Dijual dengan Harga Tak Wajar

Pantauan Kompas.com di toko retail ternama di Jakarta, produk hand sanitizer mulai langka. Terlihat juga harga produk hand sanitizer melonjak cukup tinggi di toko online dari yang belasan ribu rupiah menjadi puluhan ribu rupiah bahkan ratusan ribu rupiah.

Sancoyo memyebutkan dengan tingkat permintaan masyarakat yang tinggi, perusahaan akan menggenjot produksinya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin kami akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sebetulnya itu sudah pasti kami tingkatkan tapi memang demand-nya juga kan di luar dari yang kami perkirakan," tegasnya.

Baca juga: Cara Utama Agar Harga Masker Tak Melambung...

Kemunculan virus corona memang sempat membuat beberapa harga kebutuhan kesehatan melonjak. Sebelumnya harga masker juga naik berkali-kali lipat.

Namun, tak perlu panik berlebihan. Bersikaplah bijak menghadapi virus corona. Mulailah upaya pencegahan dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kesehatan.

Baca juga: Luhut: Pemerintah Tidak Pernah Menutupi Kasus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.