Pemerintah Masih Perbolehkan Penerbangan dari dan ke Korea Selatan

Kompas.com - 06/03/2020, 10:23 WIB
Pesawat milik maskapai Sriwijaya Air Group saat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, akhir Februari 2020. KOMPAS.com/HERU DAHNURPesawat milik maskapai Sriwijaya Air Group saat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, akhir Februari 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) memastikan bahwa penerbangan dengan rute dari dan ke Korea Selatan masih beroperasi.

Kepastian ini disampaikan usai pemerintah resmi melarang kedatangan, baik yang tiba maupun transit, dari Iran, Italia, dan Korea Selatan, guna mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di ketiga negara tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, larangan yang diberlakukan oleh pemerintah hanya berlaku bagi wisatawan yang berasal dari ketiga negara tersebut.

Baca juga: Garuda Tetap Layani Penerbangan dari Korsel Meski Ada Larangan Pendatang

Namun, penerbangan pesawat dipastikan masih beroperasi secara normal.

"Yang dilarang itu hanya turis aja. Penerbangan enggak ada larangan," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2020).

Lebih lanjut, mantan Direktur Utama Airnav Indonesia itu menjelaskan, penerbangan pesawat dari negara-negara tersebut tidak hanya melayani penumpang saja, tetapi juga terdapat jasa kargo.

"Pesawat kan enggak hanya membawa penumpang, kargo juga," ucapnya.

Baca juga: Dampak Corona, INACA Apresiasi Insentif untuk Industri Penerbangan

Sebelumnya, Pemerintah melarang seluruh kedatangan, baik yang tiba maupun transit, dari Iran, Italia, dan Korea Selatan.

Hal ini dilakukan menyusul perkembangan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 di ketiga negara tersebut.

Meski demikian, larangan tersebut hanya berlaku bagi kedatangan yang berasal dari kota tertentu di negara tersebut.

Selain itu, penerapan kebijakan ini hanya bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan situasi.

"Indonesia terus memantau laporan perkembangan virus Covid-19 di dunia yang dikeluarkan oleh WHO. Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus Covid di luar Tiongkok, terutama di tiga negara yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Akibat Corona, Pembukaan Penerbangan dari China ke Belitung Tertunda

"Oleh karena itu, demi kebaikan semua, untuk sementara waktu, Indonesia mengambil kebijakan baru bagi pendatang atau travelers dari ketiga negara tersebut. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada hari Minggu tanggal 8 Maret pukul 00.00 WIB," imbuh dia.

Ia menjelaskan, larangan masuk atau transit ke Indonesia berlaku bagi pendatang atau travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di wilayah itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X