Tips Membeli Saham untuk Pemula Ala Lo Kheng Hong

Kompas.com - 09/03/2020, 12:12 WIB
Lo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia. Dok SBM ITBLo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia.

BANDUNG, KOMPAS.comLo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia membagikan tips and triknya untuk memilih saham yang pas bagi pemula, khususnya mahasiswa.

Di hadapan seribuan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB), Lo Kheng Ho membagikan empat tipsnya.

Apa saja?

1. Jangan pernah membeli kucing dalam karung

Artinya, investor harus mengetahui saham apa yang akan dibeli. Caranya, pelajari dulu perusahaannya, manjemennya, bisnisnya seperti apa, laba, pertumbuhan perusahaannya, hingga valuasinya mahal atau murah.

Penanggung jawab acara sekaligus dosen MBA ITB, Erman Sumirat menambahkan, bagi pemula seperti mahasiswa mulai disiplinlah melihat laporan keuangan sebuah perusahaan.

“Ikuti public expose-nya, mengerti RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) seperti apa. Rencana perusahaan ke depan seperti apa, pelajari itu,” ungkapnya di Bandung, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Ingin Cuan di Tengah Ancaman Resesi, Simak Tips dari Lo Kheng Hong

2. Waktu yang tepat

Tips selanjutnya menurut Lo Kheng Hong adalah beli di saat waktu yang tepat. Seperti saat ini merupakan waktu yang tepat, karena pasar saham di dunia sedang turun.

“Penurunan saham ini peluang emas untuk para investor. Kita bisa beli saham perusahaan bagus dengan harga yng murah. Rumusnya invest in bad time and sales in good time,” tutur Lo Kheng Hong.

Ia menambahkan, ada kalanya harga di pasar modal turun karena banyak hal. Selama yang turun bukan kinerja perusahaan tapi isu tertentu seperti corona, merupakan saat yang tepat untuk mmebeli.

Sebab jika IHSG tidak turun, sulit bagi pemula untuk mendapatkan saham bagus dengan harga murah.

“Setelah turun, biasanya pasar saham akan membaik. Seperti sekarang, kalau melihat tv, virus corona sudah membaik. Banyak yang sembuh. Penurunan ini bisa berbalik arah (harga saham kembali naik),” ungkapnya.

Seperti kejadian tahun 1998 dan 2008. Pada tahun-tahun tersebut, IHSG turun drastis. Namun setelah itu, harga kembali melonjak bahkan angkanya melebihi sebelumnya.

Baca juga: Mana Lebih Untung, Investasi Emas Batangan atau Saham Produsen Emas?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X