Ditanya Soal Restrukturisasi Kredit Akibat Corona, Ini Kata Dirut BRI

Kompas.com - 09/03/2020, 16:43 WIB
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia  (Persero) Tbk Sunarso dalam acara CEO Talks Kompas100 di Menara Kompas, Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADirektur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso dalam acara CEO Talks Kompas100 di Menara Kompas, Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengatakan belum ada restrukturisasi kredit akibat dampak virus corona.

Meski, dia bilang, beberapa nasabahnya merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mungkin terdampak di sektor tertentu, seperti sektor pariwisata.

"Kalau pengaruh corona belum. Restrukturisasi kredit selalu ada ya, ada corona enggak ada corona tetap ada restrukturisasi. Tapi yang spesial karena corona kayaknya belum," kata Sunarso dalam CEO Talks di Menara Kompas, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Virus Corona Berdampak ke Kredit Bermasalah? Ini Penjelasan Bank

Kendati, dia menegaskan pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah untuk antisipasi. Salah satunya dengan melakukan stress test.

Stress test merupakan analisis yang dilakukan perbankan bila ekonomi di bawah skenario.

Sunarso bilang, bank pelat merah ini telah memasukkan beberapa sektor yang terdampak dalam watch list alias daftar pantauan, meliputi sektor pariwisata, perhotelan, hingga transportasi.

"Skenarionya itu yang kita masukkan di stress test. Kita sudah antisipasi mungkin nasabah yang bergerak di pariwisata, transportasi, mulai sudah kita masukkan di watch list. Jadi jawabannya (apakah restrukturisasi atau tidak), belum ada," ujarnya.

Baca juga: Kurangi Dampak Corona, Pemerintah Dorong Perbankan Turunkan Bunga Kredit

Sebagai informasi, pernyataan bos bank berkode saham BBRI itu sama dengan pernyataan Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilaar beberapa waktu lalu.

Kedua bank pelat merah itu menyatakan potensi restrukturisasi kredit akibat corona masih minim.

"Masih kecil lah (rencana restrukturisasi). sektornya kalau kamu lihat, yang bisa kamu baca tourism sama perhotelan," kata Royke di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Apalagi, kata Royke, penyaluran kredit bank bersandi saham BMRI itu tidak banyak di kedua sektor tersebut. Untuk perhotelan misalnya, Royke berujar Bank Mandiri hanya menyalurkan kredit kurang dari 3 persen.

"Mandiri kan enggak banyak di sektor itu. Hotel kita less than 3 persen," ucap Royke.

Baca juga: Ada Corona, Bank Mandiri Sebut Restrukturisasi Kredit Masih Minim

Adapun untuk meminimalisir dampak wabah virus corona, perbankan telah menyiapkan sejumlah cara.

Untuk menekan rasio kredit macet misalnya, BMRI, BBRI, dan perbankan lain berencana mempercepat implementasi kebijakan moneter dan fiskal yang digulirkan pemerintah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X