Hadapi Penurunan IHSG, BEI Minta Investor Bersikap Rasional

Kompas.com - 13/03/2020, 13:48 WIB
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi ketika ditemui awak media, Minggu (25/11/2018). Kompas.com/Mutia FauziaDirektur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi ketika ditemui awak media, Minggu (25/11/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Selama sepekan, perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menunjukkan koreksi negatif.

Alhasil, BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan berbagai langkah untuk mengatasi penurunan lebih dalam karena aksi jual investor.

Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI mengatakan, hal serupa terjadi di negara-negara tetangga, maka dari itu diharapkan dengan beberapa kebijakan yang diberlakukan bisa mendorong investor lebih rasional.

Baca juga: Penutupan Perdagangan Sesi Pertama, IHSG dan Rupiah Kompak Rontok

"Oleh karena itu, kita coba agar investor itu lebih rasional. Jangan ikutan panik lihat satu yang menjual, lalu ikut-ikutan menjual tanpa melihat dan mempertimbangkan rasionalnya," ungkap Inarno saat ditemui di Bursa Efek, Jumat (13/3/2020).

Inarno menjelaskan, sebelumnya bursa dan OJK telah memberlakukan kebijakan pelarangan short sell, rencana buyback , halt trade dan auto reject. Hal ini diharapkan bisa meredam gejolak pasar.

"Apa yang kita lakukan mudah-mudahan itu yang terbaik. Kita flashback ke belakang, ada larangan short sell, lalu juga auto reject," jelasnya.

Inarno menyebut tindakan menjual saham secara ikut-ikutan akan membuat pelemahan semakin mendalam. Padahal pada prinsipnya ada banyak perusahaan yang berkinerja baik.

Baca juga: Pembukaan Perdagangan, IHSG Jeblok Lagi

"Ini supaya at least investor itu tidak ikut-ikutan menjual. Karena Pada prinsipnya kalau kita lihat secara mendalam banyak sekali perusahaan yang cukup baik dan sayang kalau dijual dalam harga sekitaran ini," jelasnya.

Sementara itu Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hasan Fawzi mengatakan auto reject bawah asimetris efektif mencegah dan menunda kepanikan karena investor memiliki waktu untuk berpikir rasional

"Kalau auto reject asimetris ini saya rasa efektif untuk mencegah dan menunda kepanikan, karena investor mendapat waktu saat halting untuk berpikir ulang apakah keputusan melakukan penjualan akan tetap dilakukan atau sementara waktu dia berpikir ulang," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X