Pemodal Asing Kabur, Lepas Surat Berharga Negara Rp 112 triliun

Kompas.com - 24/03/2020, 16:32 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memimpin konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (24/10/2019). KOMPAS/PRIYOMBODOGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memimpin konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan aliran modal asing yang keluar dari Indonesia secara keseluruhan sejak awal tahun ini mencapai Rp 125,2 triliun.

Jumlah tersebut sebagian besar disumbangkan dari penjualan besar-besaran Surat Berharga Negara (SBN) oleh asing yang nominalnya mencapai Rp 112 triliun.

"Secara total tahun ini terjadi aliran modal asing yang keluar baik dari SBI, SBN, obligasi korporasi maupun saham totalnya adalah Rp 125,2 triliun, terutama capital outflow berasal dari SBN yaitu jumlahnya year to date Rp 112 triliun," jelas Perry.

Baca juga: Aliran Modal Asing Keluar dari RI Tembus Rp 125,2 Triliun

Dia pun memperinci, untuk aliran modal yang keluar dari instrumen saham mencapai Rp 9,2 triliun hingga maret 2020.

Adapun per Jumat (20/3/2020) lalu, Perry pun sempat menyampaikan aliran modal asing yang keluar dari Indonesia per 19 Maret 2020 mencapai Rp 105,1 triliun.

Aliran modal yang dilepas oleh asing tersebut terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 92,8 triliun dan saham sebesar Rp 8,3 triliun.

BI Pantau Pasar

Dengan peningkatan jumlah capital outflow tersebut, Perry menyatakan BI akan terus memantau kondisi likuiditas di pasar. Dan hingga saat ini menurut dia likuditas di pasar masih dalam keadaan lebih dari cukup.

"Sebagaimana kita sudah sampaikan sejauh ini BI telah injeksi likuiditas di pasar uang maupun perbankan hampir Rp 300 triliun, tadi berupa injeksi likuiditas rupiah melalui pembelian SBN dari pasar sekunder Rp 168 triliun," ujar dia.

Selain itu, pemenuhan likuiditas dilakukan melalui repo oleh perbankan, sehingga likuditas di pasar keuangan bertambah sekitar Rp 55 triliun. Kemudian dari penurunan giro wajib minimum (GWM) yang akan berlaku April akan menambah likuiditas sekitar Rp 75 triliun.

"Itu langkah-langkah yang kami lakukan tentu saja langkah-langkah ini kami akan terus lakukan berkoordinasi dengan pemerintah dan juga dengan KSSK," ujar Perry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Korupsi Bansos, Risma Ajak Warga Koreksi Data Mulai Bulan Depan

Cegah Korupsi Bansos, Risma Ajak Warga Koreksi Data Mulai Bulan Depan

Whats New
Telkom Ajak Masyarakat Jadi Agen Digital Berpenghasilan hingga Jutaan Rupiah, Simak Caranya

Telkom Ajak Masyarakat Jadi Agen Digital Berpenghasilan hingga Jutaan Rupiah, Simak Caranya

Work Smart
Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok

Amankan Ketersedian Pangan hingga Lebaran, Kementan Intervensi Distribusi dan Stok

Rilis
Berapa Kenaikan Tagihan Listrik Rumah Tangga Per Bulan Mulai 1 Juli?

Berapa Kenaikan Tagihan Listrik Rumah Tangga Per Bulan Mulai 1 Juli?

Whats New
 Alibaba Didenda Pemerintah China, Kekayaan Jack Ma Malah Melonjak Rp 33,35 Triliun

Alibaba Didenda Pemerintah China, Kekayaan Jack Ma Malah Melonjak Rp 33,35 Triliun

Whats New
Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran

Kementan Jamin Ketersediaan Pangan Aman Selama Puasa dan Lebaran

Rilis
OJK Sebut Masih Banyak yang Terbuai Investasi Bodong dengan Iming-iming Bunga Tinggi

OJK Sebut Masih Banyak yang Terbuai Investasi Bodong dengan Iming-iming Bunga Tinggi

Whats New
Tambah Produk Investasi, UOB Asset Management Kerja Sama dengan Tanamduit

Tambah Produk Investasi, UOB Asset Management Kerja Sama dengan Tanamduit

Rilis
Genap 80 Tahun, OCBC Terus Dorong Pengembangan UMKM

Genap 80 Tahun, OCBC Terus Dorong Pengembangan UMKM

Whats New
Larangan Mudik 2021, Sandiaga: Destinasi Wisata Lokal Akan Dapat Limpahan Kunjungan

Larangan Mudik 2021, Sandiaga: Destinasi Wisata Lokal Akan Dapat Limpahan Kunjungan

Whats New
Dengan Industri 4.0, Pemerintah Yakin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Ekonomi Terkuat

Dengan Industri 4.0, Pemerintah Yakin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Ekonomi Terkuat

Whats New
Ini Skema Penghitungan THR Lebaran 2021

Ini Skema Penghitungan THR Lebaran 2021

Whats New
Awal Perdagangan Hari Pertama Puasa,  IHSG dan Rupiah Melemah

Awal Perdagangan Hari Pertama Puasa, IHSG dan Rupiah Melemah

Whats New
Turun Rp 2.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 2.000, Ini Rincian Harga Emas Antam Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
2 Hari Lagi Hangus, Peserta Prakerja Gelombang 14 Buruan Beli Pelatihan Pertama!

2 Hari Lagi Hangus, Peserta Prakerja Gelombang 14 Buruan Beli Pelatihan Pertama!

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X