KILAS

Menaker Minta BLK Gelar Pelatihan dan Produksi Alat Pencegahan Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 24/03/2020, 19:56 WIB
BLK kejuruan menjahit memproduksi masker sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. DOK. Humas Kementerian KetenagakerjaanBLK kejuruan menjahit memproduksi masker sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, meminta Balai Latihan Kerja ( BLK) menggelar pelatihan dan produksi alat pencegahan penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) seperti masker, hand sanitizer, sabun, dan sebagainya.

Terlebih, saat ini terdapat 77 BLK yang memiliki program kejuruan menjahit. Di antara 77 BLK tersebut, 14 berstatus milik pemerintah, dan 63 BLK milik pemerintah daerah.

Selain 77 BLK tersebut, Ida juga meminta BLK Komunitas yang memiliki kejuruan menjahit untuk melakukan langkah serupa.

“Kami mendorong optimalisasi fasilitas BLK dan BLK Komunitas untuk dimanfaatkan menjadi tempat kegiatan pelatihan dan praktik pembuatan produk pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Ida, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Corona, Penjahit Masker Kain Skala Rumahan Kebanjiran Pesanan

Hal tersebut, lanjut Ida, perlu dilakukan guna mencegah peningkatan Covid-19 sekaligus memberi kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Seluruh komponen Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker) dari pusat hingga daerah harus aktif mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata Ida.

Saat ini, upaya tersebut sudah dilakukan BLK Kemnaker, salah satunya di BLK Padang.

BLK Padang telah melakukan uji coba pelatihan produksi 2.200 masker dan 1.500 liter hand sanitizer per hari.

Baca juga: Hadapi Era Industri 4.0, Pemerintah Dorong Swasta Ambil Peran BLK

Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, para peserta bisa bekerja di tempatnya masing-masing, dan menjual hasil pelatihan dengan harga terjangkau. Nantinya, metode pelatihan tersebut akan diterapkan di 77 BLK.

Terkait akses modal, upah, pengembangan produk, dan pemasaran, Kemnaker telah menyiapkan skema bantuan program padat karya atau Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

“Hasil penjualan dapat digunakan masyarakat untuk melanjutkan produksi dan memperluas kesempatan kerja,” kata Ida.

Ida menambahkan, BLK dan BLK Komunitas berbasis Information technology (IT) akan dijadikan pusat informasi sosialisasi dan monitoring penyebaran Covid-19.

Baca juga: Menaker Ingin Buat BLK Fashion Kelas Dunia

“Kami juga meminta para Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Kepala Balai Besar Latihan Kerja Indonesia (BBLKI) untuk proaktif mendukung upaya tersebut,” kata Ida.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X