Bagaimana Nasib Karyawan Anak Usaha BUMN yang Dipangkas Erick Thohir?

Kompas.com - 03/04/2020, 13:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan meminimalisir pemecatan karyawan di anak dan cucu usaha BUMN yang dipangksnya

Hal ini diutarakan Erick usai dirinya memangkas 51 anak cucu usaha perusahaan BUMN.

“Tentu ada pertanyaan, bagaimana nasib karyawannya, kita seminimal mungkin enggak lay off,” ujar Erick saat teleconference dengan wartawan, Jumat (3/4/2020).

Erick menjelaskan, nantinya karyawan dari perusahaan yang dipangkas itu akan dipekerjakan di perusahaan lainnya.

Baca juga: Erick Thohir Tutup 51 Anak-Cucu Usaha BUMN

“Karena banyak sekali perusahaan yang kita efisiensikan, banyak juga beberapa hanya shell company, yang bisa sebenarnya digabungkan,” kata Erick.

Senada dengan Erick, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra juga memastikan tak akan ada pemecatan pada karyawannya.

Perusahaan penerbangan plat merah otu sendiri akan membubarkan enam anak cucu usahanya.

“Khusus untuk aspek SDM, kita melakukan rasionalisasi, kita alokasikan ke perusahaan yang dimerger. Proses masih terus kita lakukan. teman-teman di anak cucu perusahaan sudah kami infokan,” kata Irfan.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memangkas 51 anak cucu usaha perusahaan plat merah. Hal ini dilakukan Erick agar perusahaan BUMN fokus menjalankan core bisnisnya.

“Di sini juga sama, bahwa GCG (good corporate and governance), fokus pada core bisnis, efisiensi yang berkelanjutan, agar kita terus sehat,” ujar Erick saat teleconference dengan wartawan, Jumat (3/4/2020).

Dari 51 anak dan cucu BUMN yang dipangkas itu berasal dari tiga perusahaan, yakni PT Garuda Indonesia, PT Pertamina dan PT Telkom. Salah satu anak cucu perusahaan BUMN yang dipangkas Erick, yakni PT Garuda Tauberes Indonesia.

Nantinya, pemangkasan 51 anak cucu usaha BUMN ini akan menggunakan skema merger, likuidasi ataupun divestasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.