Stafsus Erick Thohir: Hampir Semua Negara “Bertempur” Mencari Alat PCR

Kompas.com - 09/04/2020, 06:10 WIB
Teknologi Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknologi yang mampu mendeteksi bahan haram yang terkandung dalam suatu produk. KOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINITeknologi Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknologi yang mampu mendeteksi bahan haram yang terkandung dalam suatu produk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan, mendatangkan alat polymerase chain reaction ( PCR) atau alat tes swab untuk Covid-19 ke Indonesia tak mudah.

Sebab, saat ini negara-negara lainnya juga tengah mencari alat serupa untuk menangani penyebaran corona di negaranya masing-masing.

“Kita tahu saat ini di dunia, hampir semua negara 'bertempur' mencari alat, obat, bahan baku, dan PCR tentu yang paling banyak dicari karena bisa mengetahui positif atau tidak," ujar Arya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: Lawan Corona, BUMN Beli Alat PCR Berkapasitas hingga 10.000 Tes Per Hari

Menurut Arya, alat PCR mempunyai tingkat presisi yang jauh lebih akurat untuk mendeteksi virus corona.

Diharapkan, dengan adanya alat tersebut dapat membantu percepatan pendataan masyarakat yang positif terpapar virus corona.

Saat ini, telah didatangkan alat RNA Extractor Automatic dengan total kapasitas 1.000 spesimen per hari yang sudah berada di Indonesia. Dengan demikian, satu alat memiliki kapasitas 500 spesimen per hari.

Selain itu, kata dia, BUMN juga telah mendatangkan 18 lightcycle untuk detector PCR dengan kapasitas 500 tes per hari.

Baca juga: Erick Thohir: 17 Alat Pendeteksi Corona Akan Disebar ke Jawa hingga Papua

“Dengan alat ini kalau sudah terinstal (semua) maka satu hari akan bisa mencapai 9 ribu sampai 10 ribu tes per hari. Kecepatan mengetahui positif atau negatif juga sangat tinggi," kata Arya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan mendistribusikan 18 unit polymerase chain reaction (PCR) atau alat tes swab untuk Covid-19 ke beberapa provinsi di Indonesia. Alat tersebut didatangkan dari perusahaan farmasi Roche, Swiss.

“Yang satu ini diujicoba dulu di sini (RS Pertamina Jaya). Tujuh belas lagi nanti akan didistribusikan bersama Gugus Tugas Penanganan Korona ke sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: Wamen BUMN: Saya Diberi Tugas Erick Thohir Cari Ventilator hingga ke Ujung Dunia

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X