Ingin Berjualan Makanan Saat Ramadhan? Perhatikan 4 Trik Ini

Kompas.com - 16/04/2020, 09:15 WIB
Para penjual makanan dan minuman di sepanjang ruas Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (30/5/2017), menjelang buka puasa. KOMPAS.com/Dea AndrianiPara penjual makanan dan minuman di sepanjang ruas Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (30/5/2017), menjelang buka puasa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Ramadhan tak terasa akan datang. Biasanya banyak pelaku UMKM atau pebisnis lainnya yang memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan makanan dan minuman.

Data analyst MOKA, Hutami Nadya mengatakan ada beberapa strategi yang harus diubah dan bisa diterapkan oleh para pelaku UMKM agar bisnis makanan dan minumannya bisa berkembang di bulan Ramadhan ini.

"Strategi untuk bisnis makanan dan minuman di bulan Ramadhan tahun ini harus berbeda dari tahun lalu. Karena apa? Karena situasi pandemi saat ini masih belum bisa diprediksi kapan berakhir," ujarnya dalam live streaming MOKA, Rabu (15/4/2020).

Mengetahui Timing

Trik yang pertama, sebut Hutami, harus mengetahui jam sibuk atau timing yang tepat para konsumen.

 

Baca juga: Ayam Geprek dan Bubble Tea Paling Laris Manis untuk Berbuka Puasa

Berdasarkan analisa yang dilakukannya ternyata selama bulan Ramadhan, pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB jumlah merchant yang berjualan meningkat 67 persen. Sementara ketika jam sahur yaitu pukul 02.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB yang benar-bensr beroperasi itu mungkin ada sekitar 8 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Artinya apa, jam sahur adalah moment yang tepat untuk membuka jualan dan berpotensi besar untuk para pebisnis termasuk UMKM," katanya.

Makanan Favorit

Kedua, lanjut dia, cari tahu menu makanan favorit ketika sahur. Berdasarkan analisanya, konsumen lebih memilih makanan yang praktis dan tidak ribet.

"Misalnya paket ayam geprek beserta minumannya. Mereka cenderung lebih suka yang seperti itu. Untuk minuman kebanyakan teh manis atau es tes manis yang menjadi favorit konsumen," jelasnya.

Perilaku Konsumen

Ketiga, mengetahui perilaku konsumen saat Ramadhan. Dari data yang dipelajarinya konsumen mulai mencari menu makanan berbuka itu pukul 14.00 WIB sampai 15.00 WIB dan pada saat itu ada 200an transaksi yang berjalan, sementara kalau pukul 16.00 WIB ke atas transaksi meningkat menjadi 500.

" Oleh sebab itu perlu untuk diketahui bagi para pelaku UMKM atau pebisnis lain harus mempunyai stok menu yang dijual apabila stok yang dijual habis," sambungnya.

Sediakan Delivery

Keempat, jangan lupa untuk menyediakan layanan antar atau Delivery. "Di moment pandemi ini banyak orang yang memilih untuk berdiam dirumah dan memilih bertransaksi secara online, oleh sebab itu tidak salah kalau membuat layanan Delivery," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.