Pesan Sri Mulyani di Hari Kartini: Sudahkah Berbuat Baik ke Sesama?

Kompas.com - 21/04/2020, 12:14 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui akun Instagram pribadinya, @smindrawati, mengungkapkan pesan refleksi Hari Kartini di tengah pagebluk virus corona (Covid-19).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menceritakan perihal Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini yang kala itu harus dipingit di rumah karena adat istiadat.

Namun demikian, hal itu tidak menghalangi Kartini untuk memperjuangkan nasib perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Sri Mulyani Bebaskan Bea Masuk dan Pajak Impor Barang Penanganan Covid-19

Sementara saat ini, masyarakat harus tinggal di rumah karena wabah virus corona yang telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

"Dinding rumah tidak menjadi penghalang bagi Kartini untuk memperjuangkan dan peduli akan nasib perempuan dan anak-anak untuk maju. Hari ini kita harus tinggal di rumah karena Covid-19," ujar Sri Mulyani seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Selasa (21/4/2020).

"Kita dapat mencontoh semangat Kartini-meski di rumah, you can always do good think for your family, your community and your country. Never try to find any excuses to do good things for others," ujar dia.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengapresiasi kinerja tenaga medis seperti dokter, perawat dan pekerja rumah sakit yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan pasien virus corona.

Baca juga: Kontroversi Kartu Prakerja, Sempat Bikin Sri Mulyani Sakit Perut

"Ucapan terima kasih dan penghargaan tidak akan mampu menebus jasa besar mereka yang telah membaktikan dirinya untuk menolong dan menyelamatkan nasib sesama manusia," ujar dia.

Menurut Sri Mulyani di tengah situasi seperti saat ini, sesorang akan mampu menunjukkan kualitas kemanusiannya.

Seperti Kartini, keperempuanannya, pingitannya, dan berbagai halangan adat, sosial kultural tidak menjadi alasan untuk memajukan kaumnya, dan menjadi pahlawan bangsa dan pahlawan kemanusiaan.

"Satu abad lebih, warisan Kartini dalam bentuk kepedulian dan perikemanusiaan yang adil dan beradab tidak pernah musnah. Pemikirannya yang maju jauh melampaui waktu saat itu, abadi dan lekat dengan kita semua dari jaman ke jaman," ujar Sri Mulyani.

"Sang Pencipta menghendaki agar umat manusia selalu mampu dan mau berbuat kebaikan bagi sesama manusia dan bagi alam semesta. Sudahkah kita?" tukas dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X