Tinggal Dua Hari, Baru 10,13 Juta Orang Lapor SPT

Kompas.com - 28/04/2020, 12:53 WIB
Ilustrasi pajak pedagang online ShutterstockIlustrasi pajak pedagang online

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan, hingga Selasa (28/4/2020) baru 10,13 juta wajib pajak yang melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan untuk tahun pajak 2019.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 11,9 juta wajib pajak, jumlah tersebut menurun 15,1 persen.

Berdasarkan data DJP, jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT secara manual turun tajam hingga 50 persen.

Baca juga: Pelaporan Dokumen Kelengkapan SPT Pajak Diperpanjang hingga 30 Juni 2020

Pada tahun ini, jumlah wajib pajak yang melaporkan SPT secara manual hanya 351.432 orang sementara tahun lalu mencapai 762.381 orang.

Adapun wajib pajak yang menyampaikan SPT secara online melalui e-SPT mencapai 139.166 wajib pajak.

Meski lebih banyak dari yang menyampaikan secara manual, namun jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 222.597 wajib pajak.

Untuk wajib pajak yang melaporkan SPTnya melalui e-filing DJP, jumlahnya juga menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini, sebanyak 8,99 juta orang melaporkan SPT melalui e-filing DJP sementara tahun lalu mencapai 10,26 juta.

Baca juga: 9 Juta Wajib Pajak Telah Melaporkan SPT, Anda Sudah?

Di sisi lain, terjadi peningkatan pengisian SPT Tahunan melalui e-filing Application Service Provider (ASP), yaitu mencapai ebanyak 16.419 wajib pajak, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 150 wajib pajak.

Sementara wajib pajak yang menyampaikan melalui e-form sebanyak 638.586 wajib pajak, turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 652.952 wajib pajak.

Seperti diketahui, DJP sebagai otoritas perpajakan telah memperpanjang tenggat waktu penyampaian SPT bagi wajib pajak orang pribadi hingga 30 April medatang.

Biasanya, tenggat waktu pelaporan SPT Tahunan dibatasi hingga 30 Mei 2020.

Baca juga: Pelaporan SPT Tahunan Baru 8,64 Juta, Ini Penjelasan Ditjen Pajak

Perpanjangan tenggat waktu tersebut disebabkan oleh pandemi virus corona yang menyebabkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) DJP tidak bisa beroperasi seperti biasa.

Tahun ini, otoritas pajak menargetkan jumlah pelaporan SPT Pajak bisa mencapai 80 persen dari total 19 juta wajib pajak orang pribadi maupun badan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X