[POPULER DI KOMPASIANA] Tertangkapnya Ferdian Paleka | Kritik Najwa Shihab untuk DPR | Ditinggal Didi Kempot

Kompas.com - 09/05/2020, 16:22 WIB
YouTuber Ferdian Paleka (tengah) dan dua rekannya yang terlibat dalam video prank pembagian sembako berisi sampah. DOK. HUMAS POLRESTABES BANDUNGYouTuber Ferdian Paleka (tengah) dan dua rekannya yang terlibat dalam video prank pembagian sembako berisi sampah.

KOMPASIANA-- Viralnya sebuah video prank tentang seorang Youtuber Ferdian Paleka beserta temannya yang memberi bantuan kepada transpuan atau waria berupa sembako berisi sampah dan batu menuai kecaman masyarakat.

Prank yang dilakukan Ferdian tersebut dinilai tidak terpuji. Hanya demi konten membuat prank bermodus membagi-bagikan sembako kepada waria.

Sampai akhirnya Ferdian pada hari Minggu malam dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Kemudian, 5 hari setelah itu, tepatnya Jumat (8/5/2020) dini hari, Ferdian berhasil ditangkap di Km 19 Tol Merak-Jakarta.

Tentu ini jadi perhatian publik, pasalnya kini kita mulai bisa memilih dan memilah mana yang bisa kita sebut sebagai hiburan atau justru melecehkan.

Selain kabar penangkapan Youtuber Ferdian Paleka, pada pekan ini Kompasiana juga diramaikan ragam konten menarik lainnya, seperti kritik Najwa Shihab pada DPR hingga wafatnya The Godfather of Broken Heart, Didi Kempot.

Berikut 5 konten menarik dan terpopuler di Kompasiana pekan ini:

1. Prank Tak Pantas, Ini yang Kemungkinan Dialami Ferdian Paleka

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas prank yang tak pantas dilakukan oleh Youtuber Ferdian Paleka, Kompasianer Endro S. Efendi coba membahas dari sisi kesehatan jiwa yang mungkin dialami oleh Ferdian.

Sebab, merujuk buku Narcisstic Epidemic, apa yang dilakukan Ferdian Paleka bisa jadi termasuk salah satu penyakit kejiwaan. Penyakit tersebut lazim disebut dengan Narcisstic Personality Disorder (NPD).

"Pengidap kepribadian narsistik biasanya merasa bahwa dirinya memiliki pencapaian yang luar biasa dan lebih baik dari orang lain dan merasa bangga secara berlebihan pada dirinya," tulis Endro S. Efendi.

Apalagi, lanjutnya, hal tersebut bisa terjadi meskipun pencapaian yang dimiliki biasa saja.

Pengidap narsistik juga biasanya memiliki tingkat empati yang rendah kepada orang lain dan menganggap dirinya memiliki kepentingan yang lebih tinggi dari orang lain. (Baca selengkapnya)

2. Haruskah Najwa Shihab Minta Maaf pada Anggota DPR?

Jika melihat uggahan video Najwa Shihab, kita bisa melihat bagaimana ia mencoba melakukan kritik terhadap DPR.

Meski ini bukan kali pertama, tapi pada video berdurasi 4 menit 56 detik tersebut berbuntut panjang dan terus menuai respons negatif dari sebagian anggota DPR. Najwa Shihab diminta untuk meminta maaf.

Kompasianer Wiwin Zein mencermati, yang disampaikan oleh Najwa Shihab sebenarnya biasa saja. Najwa Shihab hanya menyampaikan keresahannya sebagai rakyat terhadap mereka yang mewakilinya.

"Najwa Shihab tidak mengada-ada atau memfitnah. Najwa Shihab menyampaikan fenomena yang memang sedang terjadi di gedung parlemen sana," tulisnya. (Baca selengkapnya)

3. "Boom" Tagihan PLN, Strategi Pembuktian Terbalik?

Banyak yang kaget ketika tagihan untuk bulan April ternyata mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Terlebih, sebenarnya tidak ada kenaikan tarif listrik untuk 3 bulan belakagan ini.

Kompasianer David Firnando Silalahi menduga, nampaknya ada beberapa penyebab yang menjadi naiknya tagihan listrik, seperti tingginya aktivitas selama di rumah kala PSBB.

Sebenarnya, pada kondisi seperti sekarang, PLN menjelaskan bagaimana sistem yang ia gunakan secara detil untuk menghitung rata-rata pemakaian listrik di rumah.

"Untuk persoalan tagihan pelanggan non-subsidi 1.300VA ke atas yang membengkak ini pasti terselesaikan. Kalau kesalahan dari sisi PLN, pasti ada restitusi juga bagi pelanggan, pembayaran bulan berikutnya bisa dikurangi," tulis Kompasianer David Firnando Silalahi. (Baca selengkapnya)

4. Didi Kempot Wafat, Hati Sobat Ambyar Tersayat

The Godfather of Broken Heart atau Bapak Patah Hati Nasional itu telah berpulang untuk selamanya. Meninggalkan patah hati yang mendalam bagi pecinta campursari tanah air.

Banyak yang menyayangkan, ketika beliau baru benar-benar bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini, justru Sang Pencipta memanggilnya.

Didi Kempot meninggal di usia yang ke-53 tahun. Kompasianer Agil S. Habib melihatnya, Didi Kempot tergolong uzur untuk mencapai puncak popularitas.

"Padahal Didi Kempot sudah memulai karirnya sejak tahun 1984. Selama itu ia "hanya" menjadi musisi kelas "pinggiran" mengingat popularitas campursari yang masih kalah jauh dibandingkan genre musik lainnya," tulisnya.

Pesona sang maestro telah menyihir muda-mudi negeri ini dengan lirik yang menyayat hati. Sebuah pencapaian yang tidak setiap orang mampu meraihnya. (Baca selengkapnya)

5. Ini Dua Alasan Shanks Akan Muncul di Babak 4 Wano Arc 

Perjalanan Monkey D. Luffy atau lebih akrab disapa Luffy mengarungi lautan semakin menarik. Apalagi kini lawan Luffy adalah Kaisar Bajak Laut yang menggantikan posisi Shirohige sebagai bajak laut paling kuat di dunia.

Saat Luffy sudah dewasa dan menjadi seorang kapten bajak laut, tulis Kompasianer Doni Febriando, Luffy baru menyadari bahwa Shanks teman masa kecilnya ternyata salah satu Kaisar Bajak Laut di New World.

"Shanks adalah salah seorang Kaisar Bajak Laut sama seperti Big Mom dan Kaido. Shanks adalah salah satu dari segelintir bajak laut yang berbanderol di kisaran empat miliar belly," lanjutnya.

Ini tentu sudah lebih dari cukup menggambarkan bagaimana kekuatannya. Penasaran dengan kisah selanjutnya? (Baca selengkapnya)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.