Menilik Peluang Cuan Investasi Saham di Tengah Pandemi

Kompas.com - 12/05/2020, 11:40 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi corona (Covid-19) telah memukul berbagai sektor, termasuk pasar saham. Para investor pun banyak yang masih menunggu untuk masuk ke pasar.

Nah apakah masih ada peluang untuk cuan investasi saham di tengah pandemi Covid-19 ini?

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, peluang untuk mendapatkan keuntungan masih tetap ada meski pasar diterpa dampak Covid-19.

“( Investasi saham) masih profit apalagi kalau horizon waktunya dipanjangkan 2-3 tahun, karena masih menunggu vaksin Covid-19,” kata Hans kepada Kompas.com Selasa (12/5/2020).

Baca juga: Warren Buffett Belum Tertarik Borong Saham, Kenapa?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi vaksin Covid-19 akan ketemu pada tahun 2021. Ini artinya pasar harus menunggu 1 tahun sampai 1,5 tahun untuk pulih.

“Sebelum ada vaksin Covid-19, ini masih menjadi masalah. Tentu kita melihat pasar saham akan kembali pulih 1 tahun sampai dengan 2 tahun, saat ekonomi mulai pulih dan pasar saham mulai rally,” jelas dia.

Menurut Hans, ada tiga sektor yang dinilai masih berpeluang cuan di tengan pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi yang tidak pasti ini. Yakni sektor consumer good, kesehatan, dan teknologi.

“Yang masih ada profit pastinya consumer goods, lalu yang berkaitan dengan kesehatan dan teknologi. 3 sektor itu yang masih dalam periode pertumbuhan,” ujar dia.

Dia menyarankan, untuk menunggu pasar terkoreksi hingga di bawah level 4.500 sebelum mulai belanja saham.

Sementara untuk mendapatkan untung besar, investor harus berspekulasi dan mencari sektor-sektor yang terpukul namun cepat bangkit dalam kurun waktu cepat.

Menurut dia, sektor pertambangan merupakan sektor yang bisa cepat pulih usai terkapar karena pandemi Covid-19.

“Seperti sektor tambang itu salah satunya, biasanya tambang itu lebih cepat recovery karena begitu mulai ada tanda ekonomi membaik, tambang akan cepat naikknya,” tambah dia.

Baca juga: Saham-saham Ini Paling Banyak Dilego Asing



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X