Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kabar Baik, Ekspor Manggis RI ke China Naik 111 Persen di Masa Pandemi Covid-19

Kompas.com - 15/05/2020, 11:43 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

“Daging buahnya segar dan dipercaya dapat meningkatkan imunitas tubuh, juga ekstraksi kulit manggis banyak menjadi bahan baku industri farmasi dan kosmetik di negara tujuan ekspor,” kata Ali Jamil.

Negara tujuan ekspor manggus RI saat ini didominasi China, yakni 77 persen. Selebihnya, manggis diekspor ke Australia, Malaysia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Perancis, dan Belanda.

Baca juga: Mentan Lepas Ekspor Manggis ke China

Ekspor buah tropis eksotik ini ke China adalah 34.710 ton dengan total pengiriman 2.980 kali. Pada periode tahun sebelumnya hanyalah 16.430 ton dengan total pengiriman 1.829 kali.

Menurut Jamil, berdasarkan data sertifikasi ekspor yang tercatat pada sistem automasi perkarantinaan IQFAST, tren ekspor manggis menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

“Secara total, keseluruhan fasilitasi ekspor manggis Indonesia pada Januari-April 2020 adalah 45.330 ton dengan pengiriman 4.427 kali atau naik dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 21.050 ton,” sambung Ali Jamil.

Menurut dia, kenaikan signifikan itu merupakan kabar menggembirakan dan patut disyukuri, mengingat situasi sedang melambat akibat pandemi Covid-19.

Tingkatkan hilirisasi

Kementan pun terus meningkatkan hilirisasi industri produk pertanian, sehingga komoditas pertanian memiliki nilai tambah.

“Jangan lagi ekspor buah segar atau bahan mentah. Minimal berupa setengah jadi atau bahan jadi, seperti ekstrak manggis,” ujar Ali Jamil.

Menurut dia, hilirisasi industri produk pertanian itu sejalan dengan kebijalan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yakni memperbaiki iklim investasi pertanian dengan deregulasi dan penyediaan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Seluruh direktorat teknis di lingkup Kementan pun fokus pada program peningkatan produksi dan nilai tambah, khususnya komoditas yang memiliki potensi dan peluang ekspor.

Baca juga: Pemprov Jabar Akan Ekspor Mangga Gedong dan Manggis ke Jepang

Komoditas yang sudah diolah selain bernilai tambah, tahan lama, dan mudah mengemasnya, juga menambah devisa negara. Hal ini berdampak baik pada kesejahteraan petani Manggis.

Guna mencapai target tersebut, Kementan menggalakkan kerja sama dengan jajaran pertanian di seluruh Indonesia untuk pembangunan pertanian berbasis kawasan berorientasi ekspor.

Barantan yang ditunjuk untuk menggawangi pencapaian target ekspor, telah menyiapkan aplikasi peta potensi komoditas ekspor, IMACE sebagai alat bantu dalam pengambilan kebijakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com