Kuartal I 2020 Bank BTN Bukukan Laba Rp 457 Miliar

Kompas.com - 15/05/2020, 16:18 WIB
Dirut BTN Pahala N Mansury di Gedung DPR, Senin (3/2/2020) Kiki SafitriDirut BTN Pahala N Mansury di Gedung DPR, Senin (3/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ( BTN) membukukan laba Rp 457 miliar, dan laba operasional perseroan sebelum provisi Rp 870 miliar pada kuartal I 2020.

"Laba hingga Maret Rp 457 miliar. Laba ini sebetulnya masih lebih tinggi dari full year 2019 yang lalu," kata Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury dalam konferensi video, Jumat (15/5/2020).

Pahala menuturkan, perseroan juga menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp 6,17 triliun. Pendapatan bunga disumbang oleh pertumbuhan kredit yang masih solid di kuartal I 2020.

Adapun pihaknya telah menyalurkan kredit senilai Rp 253,25 triliun pada kuartal I 2020. Posisi tersebut tumbuh 4,59 persen (year-on-year/yoy) dari Rp 242,13 triliun di kuartal I 2019.

Baca juga: Dorong Pembiayaan Perumahan, BTN Salurkan SSB Mulai Bulan Ini

Penopang terbesar pertumbuhan kredit tentunya berasal dari segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.

Segmen yang menempati porsi sebesar 44,53 persen dari total kredit di emiten bersandi saham BBTN tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,57 persen (yoy) menjadi Rp 112,78 triliun.

Selanjutnya pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58 persen, terdapat penyaluran kredit sebesar Rp 79,99 triliun pada kuartal I/2020.

"Secara total, kredit di sektor perumahan di Bank BTN mencatatkan kenaikan sebesar 4,14 persen (yoy) dari Rp 219,73 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp 228,82 triliun di kuartal I," ujar Pahala.

Kredit Non-Perumahan

Sementara itu, segmen kredit non-perumahan mengalami kenaikan sebesar 9,05 persen (yoy) menjadi Rp 24,43 triliun. Kenaikan terbesar ditopang oleh penyaluran kredit korporasi sebesar 87,75 persen (yoy) menjadi Rp 6,54 triliun.

Dengan begitu, perseroan mencatat rasio kredit macet (NPL) nett 2,38 persen dan NPL gross 4,91 persen.

Baca juga: Via Online, BTN Sudah Restrukturisasi Kredit 17.000 Debitur

"Kita berharap collection mengalami perbaikan, tapi dengan adanya pandemi Covid-19 ini upaya collection di segmen konsumer mengalami kendala. NPL secara nett memang turun dibanding tahun lalu, desember 2019 NPL tercatat 2,96 persen," ungkap Pahala.

Perseroan mencatatkan coverage ratio di level 105,66 persen dari 45,07 persen di kuartal I 2020 ini. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) naik 111 basis poin (bps) dari 17,62 persen menjadi 18,73 persen.

"Peningkatan permodalan didukung penerbitan subdebt Januari lalu, kita menerbitkan global bond setara Rp 4,5 triliun. Total demand kurang lebih Rp 50 triliun jadi 12 kali lipat. Ini kepercayaan dari market internasional," sebutnya.

Bank BTN telah menghimpun DPK sebesar Rp 221,72 triliun per kuartal I 2020 atau naik 2,73 persen yoy. Dengan berbagai capaian tersebut, aset BBTN per kuartal I 2020 mencapai Rp 308,19 triliun atau naik 2,27 persen yoy dari Rp 301,35 triliun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X