Kesamaan Krisis Corona dengan 1998 Versi Tanri Abeng

Kompas.com - 19/05/2020, 05:14 WIB
Tanri Abeng Sakina Rakhma DiahSetiawan/ KOMPAS.comTanri Abeng

 

Sedangkan Ekonom Chatib Basri mengatakan dampak ekonomi dari pandemi virus corona saat ini berbeda dengan krisis di tahun 1998 sebab kondisi saat ini juga berdampak pada sektor kesehatan dan sosial.

Kerahkan BUMN

Tanri juga menyarankan mobilisasi sumber daya BUMN diarahkan untuk membantu ketahanan ekonomi Indonesia di tengah krisis Covid-19.

"Kalau kita bicara mobilisasi BUMN dalam krisis Covid-19 ini, saya melihatnya justru lebih banyak harus diarahkan kepada bagaimana BUMN bisa berperan untuk ketahanan ekonomi," ujar dia.

Menurut dia, BUMN bisa saja berperan misalnya dalam penyediaan masker dan sebagainya, namun sebenarnya mobilisasi sumber daya BUMN seyogianya diarahkan kepada ketahanan ekonomi seperti lebih banyak lagi berperan dalam menjaga ketahanan pangan, energi, dan stabilitas APBN.

Baca juga: Tanri Abeng: Nicke Harus Menjabat Dirut Pertamina Selama 5 Tahun

Kondisi BUMN, lanjut Tanri, saat ini sudah relatif kuat mengingat kontribusinya kepada APBN yang signifikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, BUMN harus tetap berhati-hati dalam menghadapi krisis Covid-19 yang memukul seluruh sektor perekonomian.

"Mobilisasi sumber daya BUMN ini harus diarahkan kepada pertama bagaimana BUMN harus menjadi penyumbang terhadap APBN karena stabilitas makro kita di situ," katanya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir meminta perusahaan negara mengantisipasi era kebiasaan baru (new normal).

Baca juga: Kementerian BUMN soal Masuk Kantor: Kami Bukannya Nyelonong

Dalam rangka mengantisipasi secara lebih dini new normal pada BUMN, Erick meminta setiap BUMN wajib membentuk task force penanganan Covid-19 dengan fokus melakukan antisipasi era new normal.

Kemudian, setiap BUMN wajib menyusun protokol penanganan Covid-19, khususnya namun tidak terbatas pada aspek manusia (human capital & culture), cara kerja (process & technology), serta pelanggan, pemasok, mitra, dan stakeholders lainnya (business continuity).

Lalu, setiap task force BUMN agar menyusun timeline pelaksanaan new normal, dengan berpedoman pada kebijakan Kementerian BUMN, komando kementerian/lembaga terkait (khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Kesehatan) serta keunikan masing-masing klaster/sektor dan/atau daerah.

Setiap BUMN agar mengampanyekan gerakan optimisme dalam menghadapi new normal, melalui penggunaan hastag #CovidSafe BUMN pada setiap momentum/media yang relevan, dengan tetap menjaga kedisiplinan dalam penerapan protokol penanganan Covid-19.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X