Libur Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai di Babel Capai Rp 1,16 Triliun

Kompas.com - 21/05/2020, 18:01 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang tunai di Kepulauan Bangka Belitung selama Idul Fitri 2020 bisa menembus angka Rp 1,16 triliun.

Perkiraan kebutuhan tersebut bagian dari antisipasi kebutuhan selama Ramadhan, libur Idul Fitri serta kebijakan dan stimulus pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang, Bank Indonesia telah mendistribusikan uang pecahan kecil kepada seluruh perbankan di wilayah Bangka Belitung ," kata Kepala BI Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Cara Membayar Zakat Fitrah di Aplikasi Bukalapak

"Selanjutnya untuk mempermudah dan memitigasi penyebaran Covid-19, masyarakat dapat melakukan penukaran uang melalui loket kantor bank terdekat," sambungnya.

Menurut Tantan, berdasarkan denominasinya, uang pecahan kecil Rp 5.000 dan Rp 10.000 merupakan uang yang paling diminati masyarakat.

Masyarakat pun diminta untuk melakukan transaksi dengan memerhatikan protokol pencegahan COVID-19 (penggunaan masker dan physical distancing) dan hal lainnya yang disediakan perbankan seperti penyediaan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh.

"Dengan sinergi Bank Indonesia bersama perbankan, ketersediaan uang tunai masyarakat Bangka Belitung dipastikan terjaga meski di tengah pandemik Covid-19," ujar Tantan.

Baca juga: Pegawai BUMN dan PNS Masuk 22 Mei, BI dan BEI Libur

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X