3 Negara yang Potensial Jadi Mitra RI Produksi Vaksin Covid-19

Kompas.com - 10/06/2020, 10:31 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebutuhan vaksin virus corona (Covid-19) di dalam negeri mencapai 340 juta.

Untuk itu, perusahaan-perusahaan BUMN akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Korea Selatan untuk melakukan produksi vaksin Covid-19.

"Khusus mengenai vaksin, diadakan realasasi intellectual property rights sehingga yang menemukan terlebih dahulu bisa sharing dengan negara lain sehingga bisa coproduction," ujar Airlangga, Selasa (9/6/2020) malam.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp 6.000 per Gram

"Kebutuhhan vaksin Covid-19 apabila ada 170 juta masyarakat butuh minimal kena dua kali shot maka butuh 340 juta vaksin. Oleh karena itu BUMN kerja sama dengan beberapa perusahaan korea," kata dia.

Lebih lanjut Airlangga pun mengatakan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, kerja sama produksi vaksin Covid-19 diutamakan dengan negara-negara dengan jumlah penduduk yang lebih kecil dari Indonesia.

Selain Korea Selatan, beberapa negara yang dia anggap bisa menjadi mitra ideal seperti Prancis dan Denmark.

Baca juga: Simak, Cara Berinvestasi Emas di Aplikasi Gojek

Hal tersebut dengan pertimbangkan kebutuhan virus dari masing-masing negara. Jika jumlah penduduk lebih rendah, kebutuhan akan vaksin juga relatif lebih rendah.

"Kalau lebih besar mereka membutuhkan sendiri, contohnya India dan China yang mereka punya demand lebih dari 1 miliar. Sehingga mereka perlu untuk memenuhi demand dari dalam negerinya," ujar Airlangga.

"Sehingga negara-negara seperti Korea, Prancis dan Denmark bisa menjadi mitra ideal kita untuk coproduction (vaksin Covid-19)," ucap Airlangga.

Baca juga: PLN Sebut Kurang Bayar Jadi Penyebab Tagihan Listrik Bengkak, Kok Bisa?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X